Android Makin Populer, Google Hadapi Denda Rp 124 Triliun

Kompas.com - 29/03/2016, 16:17 WIB
Logo Oracle xcluesiv.comLogo Oracle
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Perusahaan teknologi Oracle berencana menggugat Google atas tuduhan pelanggaran hak paten dan kekayaan intelektual sejak 2010 lalu.

Oracle menuduh sistem operasi Android buatan Google yang diaplikasi pada smartphone telah melanggar paten perangkat lunak Java.

Atas pelanggaran hak paten itu, Oracle kini mengajukan tuntutan ganti rugi senilai 9,3 miliar dollar AS (sekitar Rp 124,4 triliun)

Nilai tersebut muncul dalam laporan yang diserahkan ahli yang disewa Oracle untuk menghitung berapa kerugian Oracle akibat penggunaan Java di sistem operasi Android buatan Google.

Nilai 9,3 miliar dollar AS sendiri sekitar 10 kali lipat lebih besar dari tuntutan Oracle di persidangan sebelumnya.

Sebagai gambaran seberapa besar nilai 9,3 miliar dollar AS itu, bisa dibandingkan dengan profit Alphabet, perusahaan induk Google tahun lalu yang sebesar 4,9 miliar dollar AS.

Penambahan jumlah tuntutan ganti rugi itu seiring dengan makin populernya smartphone berbasis Android di pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Kasus persidangan antara Oracle melawan Google sendiri sudah berjalan sejak 2012 lalu. Juri pengadilan terbagi dua suaranya, sebagian menyatakan Google bersalah.

Namun sebagian juri mengatakan penggunaan Java oleh Google terlindungi oleh undang-undang "Fair Use" yang membolehkan penjiplakan dalam kondisi terbatas.

Persidangan baru akan kembali digelar di San Fancisco pada 9 Mei mendatang. Dalam persidangan ini, Oracle menyertakan tuntutan ganti rugi untuk enam versi Android terbaru, termasuk Lollipop.

Oracle, produsen software dan teknologi lainnya, mengklaim sebagai pemilik hak paten program Java setelah mengakuisisi Sun Microsystems pada Januari 2010 lalu. Program Java ini bisa digunakan untuk berbagai aplikasi komputer, situs, dan telepon genggam.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.