Kompas.com - 01/04/2016, 08:38 WIB
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi


KOMPAS.com - Setelah Apple tak mau memberikan bantuan untuk meretas iPhone milik terduga teroris San Bernardino, Biro Penyelidikan Federal AS (FBI) berupaya mencari jalan sendiri dan berhasil.

Keberhasilan FBI rupanya membuat gusar Apple. Seperti dirangkum KompasTekno dari LA Times, Jumat (1/4/2016) para pengacara pabrikan gadget itu kini sedang mengupayakan langkah hukum untuk “memaksa” FBI memberitahukan cara membobol sistem pengamanan iPhone.

Apple layak gundah. Sebuah perusahaan teknologi tentu tak mau ada celah keamanan yang bisa digunakan untuk membobol produknya sehingga mengancam data pengguna. Apalagi kalau populasi produk itu mencapai ratusan juta seperti iPhone.

“Entah bagaimana caranya, Apple harus mengetahui detil-detil informasi tersebut,” sebut konsultan sekuriti AVG Technologies, Justin Olsson.

”Langkah tanggung jawab pemerintah (AS) yang kini bisa dilakukan adalah memberitahukan kelemahan tersebut kepada Apple, jadi mereka bisa memperketat keamanan di produknya,” lanjut Olsson.  

Sudah tak butuh

Sebelumnya, FBI kesulitan menembus sistem pengamanan iPhone yang bakal menghapus data apabila pengguna salah memasukan PIN sebanyak lebih dari 10 kali.

Lewat pengadilan, FBI meminta Apple agar membuat semacam backdoor untuk melewati sistem sekuriti tersebut. Permintaan ini ditolak mentah-mentah oleh Apple karena perusahaan itu khawatir backdoor yang bersangkutan bisa dipakai untuk membobol jutaan iPhone lain.

Awal minggu ini, FBI mengumumkan telah berhasil menemukan cara untuk meretas iPhone. Biro penyelidikan itu lantas membatalkan tuntutan pengadilannya terhadap Apple karena sudah tidak perlu bantuan.

Tinggallah Apple gelisah, ingin tahu cara macam apa yang bisa dipakai membobol gadget andalannya yang terkenal aman.

FBI sejauh ini belum menunjukkan ketertarikan untuk berbagi cara membobol iPhone dengan Apple. Seolah menantang, lembaga federal itu belakangan malah menawarkan untuk meretas iPhone dan iPod dalam sebuah kasus kejahatan terpisah di Arkansas.

“Kami tak bisa berkomentar soal kemungkinan memberikan informasi ke Apple di masa depan,” ujar seorang juru bicara FBI.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber LA Times


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.