Review: Menjajal Kamera Smartphone Galaxy S7 Edge

Kompas.com - 23/05/2016, 15:40 WIB
Ilustrasi kamera Galaxy S7 Edge Oik Yusuf/ KOMPAS.comIlustrasi kamera Galaxy S7 Edge
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Samsung mengungkap hal mengejutkan dalam acara peluncuran duo flagship Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge di Barcelona, Spanyol, akhir Februari lalu.

Alih-alih menaikkan resolusi kamera seperti tren pasar pada umumnya, Samsung justru menurunkan “megapiksel” penangkap gambar pada kedua ponsel.

Resolusi kamera Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge hanya 12 megapiksel, lebih rendah dibandingkan pendahulunya, Galaxy S6 dan S6 Edge.

Namun, itu bukan berarti Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge bisa dipandang sebelah mata untuk urusan jepret menjepret.

Selain resolusinya masih sangat mencukupi untuk semua kasus penggunaan, kamera duo smartphone ini ternyata mampu menghasilkan foto yang indah di segala kondisi.

DXOMark juga menobatkan Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge sebagai dua ponsel dengan kamera terbaik yang ada sekarang.  

Seperti apa tangkapan gambarnya? KompasTekno melakukan penelusuran singkat atas kinerja kamera Galaxy S7 Edge selama beberapa waktu. Ulasannya bisa dilihat di bawah.

Perlu ditambahkan bahwa baik Galaxy S7 maupun Galaxy S7 Edge dilengkapi unit kamera yang sama. Jadi, hasil foto keduanya pun bakal serupa.

Antarmuka kamera

Pada Galaxy S7 Edge, Samsung menyertakan aplikasi kamera default yang lengkap tapi tetap mudah digunakan. Aplikasi tersebut bisa dipanggil secara cepat dengan menekan tombol home sebanyak dua kali.

Kamera pun akan langsung dijalankan, bahkan ketika sebelumnya layar ponsel dalam kondisi mati atau terkunci. Hal ini mempermudah pengambilan gambar secara spontan.

Ada sejumlah mode yang bisa digunakan oleh pengguna, Mode “Auto” menyajikan antarmuka yang simpel dan tanpa basa-basi.

Sisi bawah (atau kanan dalam orientasi landscape) diisi deretan tombol shutter kamera dan perekaman video seperti biasa, berikut shortcut ke gallery, switch kamera depan atau belakang, dan mode pemotretan.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Dari kiri ke kanan: aneka mode pengambilan gambar pada kamera Galaxy S7 Edge, tampilan mode Auto, dan sejumlah parameter yang tersedua dalam mode Pro

Di sisi atas terdapat icon untuk mengatur aspect ratio, timer, HDR, dan picture effect. Rasio gambar native untuk kamera Galaxy S7 Edge adalah 4:3, berbeda dari Galaxy S6 sebelumnya yang memiliki native aspect ratio 16:9.

Alhasil, jepretan Galaxy S7 Edge pun tampak lebih “kotak” dan tidak memenuhi layar hingga ke pinggir, baik ketika dilihat dalam orientasi landscape ataupun portrait (layar ponsel memiliki aspect ratio 16:9).

Pengaturan exposure compensation bisa dilakukan lewat slider yang muncul di atas tombol shutter, setelah kamera mengunci fokus. Ini mempermudah pengguna mengatur setting exposure, apabila gambar dirasa terlalu terang atau gelap.

Mode “Pro” membuka serangkaian opsi pengaturan tingkat lanjut, termasuk pengambilan gambar RAW (dengan format DNG) untuk pengolahan gambar lebih fleksibel.

Dalam mode Pro, pengguna bisa mengatur aneka parameter seperti kecepatan rana, ISO, white balance, exposure compensation, area metering, juga fokus secara manual.

Mode Pro juga menampilkan kotak-kotak kecil berwarna hijau di area tengah frame. Mereka melambangkan titik-titik phase detection autofocus yang tengah aktif dan mampu mengunci fokus dengan sangat cepat ketika mengikuti subyek yang bergerak, termasuk ketika merekam video.

Syaratnya, subyek harus tercakup dalam area phase detect yang berada kurang lebih di 50 persen area tengah frame ini.

Pemotretan siang hari

Layaknya kamera-kamera lain, Galaxy S7 Edge menghasilkan kualitas optimal dalam kondisi cahaya berlimpah di luar ruangan.

Warna-warna tampil cerah dengan saturasi yang tinggi, baik birunya langit dan laut maupun hijau dedaunan pohon. Pengaturan auto white balance cenderung menghasilkan tone yang warm (agak kuning).

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

Meski resolusinya lebih kecil dibandingkan generasi terdahulu, kamera Galaxy S7 Edge tetap mampu menangkap detil-detil kecil dalam sebuah scene.

Ketika melakukan zoom ini hingga 100 persen ukuran gambar, tampak bahwa Samsung menerapkan sharpening yang agresif sehingga menimbulkan artefak halo di tepian obyek.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

Hal ini terutama terlihat di area yang memiliki pola berulang seperti dedaunan pohon atau rumput taman.

Beberapa contoh gambar lain yang diambil dalam kondisi outdoor di siang hari dapat dilihat di bawah. Dua insert di sebelah kanan merupakan pembesaran dari detil gambar di sisi kiri.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi siang hari

High Dynamic Range

Secara default, Galaxy S7 Edge sebenarnya sudah mampu menangani kondisi kontras tinggi dengan apik. Namun hasilnya bisa dibuat lebih bagus lagi dengan mengaktifkan fitur High Dynamic Range (HDR).

Seperti pada Galaxy S6 dan S6 Edge, HDR pada Galaxy S7 Edge bersifat instan alias berlangsung dalam satu kali jepret.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Hasil jepretan kamera Galaxy S7 Edge dalam mode non-HDR (kiri) dan HDR. Perhatikan detil bagian shadow (area gelap) dan highlights (area terang di langit) yang bisa dimunculkan oleh mode HDR

Biasanya, mode HDR ponsel lain akan mengambil 3 frame dengan exposure yang berbeda untuk kemudian disatukan. Tapi tidak demikian halnya dengan Galaxy S7 Edge.

Walhasil, pengambilan gambar HDR pada ponsel ini terasa tak berbeda dengan pengambilan gambar non-HDR. Tak ada jeda yang terasa, baik dalam hal shutter lag maupun kecepatan proses foto.

Hasil jepretan HDR Galaxy S7 Edge sendiri tampak berhasil mengembalikan detil yang signifikan pada area shadow dan highlight dalam gambar.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Hasil jepretan kamera Galaxy S7 Edge dalam mode non-HDR (kiri) dan HDR. Perhatikan detil bagian shadow (area gelap) dan highlights (area terang di langit) yang bisa dimunculkan oleh mode HDR

Area gelap dan terang pada gambar tampak lebih merata dan seimbang, tapi tidak terlihat flat. Hal yang sama juga terjadi ketika mode HDR digunakan dalam kondisi indoor atau malam hari.

Karena bisa meningkatkan kualitas gambar secara instan, mode HDR ini bisa diaktifkan sepanjang waktu tanpa harus khawatir terganggu jeda pemrosesan.

Pemotretan indoor dan malam hari

Seperti juga semua kamera lainnya, baik smartphone maupun DSLR, kualitas tangkapan gambar Gaaxy S7 Edge akan menurun saat cahaya berkurang dalam kondisi malam hari atau indoor.

Semakin gelap kondisinya, semakin buruk pula hasil jepretannya. Pada setting ISO di atas 800, detil gambar sudah tampak buram seperti cat air ditimpa algoritma noise reduction.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi indoor

Untungnya, kamera Galaxy S7 Edge memiliki lensa dengan bukaan lebar (f/1.7), berikut fitur Optical Image Stabilization sehingga pengguna tak akan sering-sering menemui kondisi di mana ponsel terpaksa menaikkan setting ISO mendekati angka maksimal.

Apabila diaktifkan dalam kondisi low-light, fitur HDR akan menambah noise di area gelap yang berupaya “diterangkan” dengan mengangkat nilai shadow, tapi ini wajar terajadi.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi indoor

Dalam kondisi indoor, di bawah penerangan artifisial berupa lampu, Galaxy S7 Edge masih mampu menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan detil yang tinggi pula.

Penurunan kualitas dari segi tingkat noise dan saturasi warna yang menurun baru akan terlihat ketika berada di kondisi yang remang-remang atau benar-benar gelap.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi gelap tanpa flash (kiri) dan dengan flash

Untuk meningkatkan kualitas gambar, apabila keadaan terlalu gelap, pengguna bisa menyalakan flash. Memang, kilatan cahaya yang dihasilkan bakal terlalu “keras”, tapi ada kalanya lebih baik dibandingkan foto buram akibat noise atau motion blur.

Beberapa contoh gambar tambahan yang diambil dalam situasi malam hari dan indoor dapat dilihat di bawah. Dua inset di sisi kanan merupakan pembesaran dari gambar utuh di sebelah kiri.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi indoor

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi indoor

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi malam hari

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi malam hari

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dalam kondisi malam hari

Makanan, selfie, dan panorama

Galaxy S7 Edge juga andal saat dipakai memotret obyek dengan jarak dekat, misalnya bunga atau makanan.

Apabila jarak fokus cukup dekat dan background cukup jauh, pengguna bisa menghasilkan efek background blur yang menarik.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 dari jarak dekat

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 saat memotret makanan

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto Galaxy S7 saat memotret makanan

Supaya hasilnya maksimal skenario pemotretan seperti ini sebaliknya dilakukan di dekat sumber cahaya tak langsung, seperti jendela dan tidak mengaktifkan flash.

Untuk urusan selfie, Galaxy S7 Edge dibekali dengan kamera depan 5 megapiksel. Hasil tangkapan gambarnya termasuk bagus untuk ukuran kamera depan ponsel, dengan warna-warna yang cerah dan terang. Lebih dari cukup untuk diunggah ke media sosial.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto selfie dengan Galaxy S7 tanpa efek penghalus kulit wajah (kiri) dan dengan efek tersebut diaktifkan

Samsung turut menyertakan beberapa efek untuk mempermak tampilan wajah saat selfie, seperti menghaluskan kulit.

Sudut pandang kamera depan ini sudah lumayan lebar, tapi bisa diperlebar lebih jauh lewat fitur wide selfie agar pemandangan di latar belakang (atau orang lain dalam group photo) dapat lebih tercakup.

Cara kerjanya mirip dengan mode panorama. Cukup dengan sedikit menggoyang ponsel ke kiri dan kanan.

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Foto wide selfie Galaxy S7 Edge dalam orientasi portrait mampu menangkap sudut pandang yang lebih lebar

Oik Yusuf/ KOMPAS.com Mode wide seflie Galaxy S7 Edge dalam orientasi landscape mampu menangkap sudut pandang yang sangat lebar
Oik Yusuf/ KOMPAS.com Contoh hasil foto panorama dengan kamera utama Galaxy S7 Edge

Selain itu, kamera Galaxy S7 Edge pun dibekali dengan beberapa mode pengambilan gambar lain, termasuk panorama yang bisa diambil baik dalam orientasi portrait maupun landscape.

Video

Bagaimana dengan video? Galaxy S7 Edge menyediakan sejumlah pilihan format perekaman video, termasuk HD, full-HD dengan frame rate 60 FPS, dan 4K.

Hasilnya bisa dibilang bagus dalam segala kondisi, baik siang, malam, indoor maupun outdoor. Tentu, semakin gelap keadaan, maka tingkat noise akan semakin tinggi.

Ponsel juga lekas panas apabila dipakai merekam video, terutama untuk format 4K. Untungnya, panas ini tak sampai mengganggu fungsi perangkat atau membuat crash aplikasi kamera.

Contoh rekamannya bisa dilihat di bawah

Teknologi phase detect Dual-Pixel AF yang dibenamkan Samsung pada sensor kamera Galaxy S7 Edge membuat perangkat ini sangat gesit mengunci fokus ke benda apapun yang berada atau kebetulan lewat di latar depan.

Kecepatan continuous auto-focus ini dapat dikatakan luar biasa. Saat memindahkan framing dari latar depan ke latar belakang atau sebaliknya, Galaxy S7 Edge selalu sigap mengunci fokus pada benda dengan posisi terdekat.

Proses ini berlangsung tanpa hunting (gerak maju-mundur lensa untuk mengatur fokus) sama sekali layaknya kamera ponsel lain yang hanya mengandalkan teknologi contrast detect.

Asalkan, kondisi cahaya sekitar masih mencukupi. Apabila keadaan berubah menjadi gelap, kecepatan fokus akan menurun.

Merasa fokusnya terlalu cepat atau mendadak? Pengguna juga bisa melakukan pengaturan fokus secara manual dengan lebih dulu berpindah ke mode “Pro” sebelum merekam video.

Fitur lain yang juga membantu perekaman video adalah Video Stabilization. Berbeda dari Optical Image Stabilization (OIS) yang selalu aktif dan tidak bisa dimatikan, video Stabilization adalah teknik peredaman goyangan secara digital (berbasis software, bukan hardware seperti OIS).

Saat diaktifkan, Video Stabilization akan diaktifkan berbarengan dengan OIS. Jadi ada dua moda stabilisasi gambar yang ditumpukkan dalam satu waktu.

Mungkin lantaran membutuhkan processing power yang besar, Video Stabilization tidak bisa dipakai untuk format perekaman gambar 4K dan Full-HD 60 FPS yang sudah rakus daya.

Meski begitu, saat dicoba oleh KompasTekno, Video Stabilization ternyata efektif meredam goyangan dalam berbagai situasi. Misalnya ketika ponsel dipakai merekam sambir berjalan.

Gerakkan panning pun bisa distabilkan dengan baik sehingga video seolah-olah tampak diambil dengan menggunakan tripod.

Footage untuk contoh kecepatan fokus dan video stabilization Galaxy S7 Edge dapat disimak di bawah.

Pantas juara

Dengan hasil tangkapan gambar yang sangat baik untuk ukuran ponsel, tak diragukan lagi bahwa Galaxy S7 Edge (dan Galaxy S7 yang memiliki kamera sama) pantas menyandang gelar juara untuk ponsel berkamera terbaik saat ini, versi DXO Mark.

Di luar kualitas jepretan, kecepatan operasional kamera Galaxy S7 Edge pun patut mendapat pujian. KompasTekno tak menemui jeda shutter lag yang berarti saat menguji kamera ponsel ini.

Begitu tombol shutter ditekan, saat itu pula kamera menjepret. HDR bisa diterapkan secara real time tanpa harus mengambil beberapa frame sehingga terasa instan.

Kecepatan fokus ketika merekam video dan shortcut aplikasi kamera (dengan menekan tombol home sebanyak dua kali) menambah kesan bahwa kamera Galaxy S7 Edge benar-benar gesit dan tak menghambat pengguna.

Mereka yang ingin pengaturan lebih lanjut bisa mencoba mode Pro, di mana tersedia akses sejumlah parameter untuk pengembilan gambar, termasuk format gambar RAW (DNG).

Akan tetapi, tanpa perlu repot-repot mengatur pun, kualitas kamera Galaxy S7 Edge sudah sangat tinggi. Cukup pakai mode Auto, aktifkan fitur HDR, lalu jepret. Hasilnya adalah foto kinclong jepretan kamera smartphone terbaik yang ada saat ini. 

Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X