Kompas.com - 13/06/2016, 16:08 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Tahun lalu, NSA mengatakan tak bisa membantu FBI membobol enkripsi iPhone 5c milik Syed Farook, pelaku penyerangan di San Bernardino. Tak jelas apa yang melatarbelakangi penolakan itu.

Kini, setelah hampir setengah tahun berlalu, NSA akhirnya angkat bicara. Lembaga keamanan AS tersebut mengatakan iPhone 5c tak populer sehingga sulit dimata-matai.

Lebih lanjut, NSA menjelaskan bahwa ponsel-ponsel yang berada di bawah radar NSA adalah ponsel-ponsel yang banyak digunakan oleh target pengawasan.

"Kami tak memonitori semua jenis ponsel," kata direktur deputi NSA Richard Ledgett, sebagaimana dilaporkan BGR dan dihimpun KompasTekno, Senin (13/6/2016).

"Jika tak ada orang jahat yang menggunakan ponsel tertentu, maka kami tak memata-matainya," Ledgett menambahkan.

Pernyataan itu mengisyaratkan bahwa iPhone 5c sejatinya bukan tipe ponsel andalan untuk para teroris atau pihak-pihak yang mengusik keamanan AS.

Ledgett mengklaim NSA bisa saja membantu FBI kala itu. Hanya saja, perlu waktu lumayan lama untuk mempelajari sistem iPhone 5c terlebih dahulu.

Pada akhirnya, FBI berhasil membobol enkripsi iPhone 5c dengan bantuan pihak ketiga. Pembobolan itu dilakukan untuk mengetahui alur komunikasi Farook dan kelompoknya.

Farook bertanggung jawab atas pengeboman dan penembakan di San Bernardino, AS, Desember 2015 lalu. Sebanyak 14 orang tewas dalam insiden itu.

FBI sendiri sempat meminta Apple untuk membuat sebuah aplikasi yang bisa membuka "kunci" yang ada di iPhone 5c milik Farook. Akan tetapi, Apple menolak dengan alasan privacy pengguna.

Penolakan tersebut sempat membuat Apple bersitegang dengan FBI di meja hijau.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber BGR

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.