Kompas.com - 14/06/2016, 16:10 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - CEO LinkedIn Jeff Weiner menuliskan surat digital ke seluruh karyawannya pasca diakuisisi Microsoft. Weiner seakan ingin menenangkan para karyawan yang mungkin khawatir dengan nasib LinkedIn di bawah naungan sang raksasa software.

"Kalian mungkin merasa senang, takut, sedih, atau kombinasi dari semua emosi itu," begitu tertera pada permulaan surat, sebagaimana dilaporkan TheRegister dan dihimpun KompasTekno, Selasa (14/6/2016).

Menurut Weiner, para eksekutif LinkedIn pun sempat mengalami emosi yang naik turun ketika hendak menyepakati pinangan Microsoft senilai 26,2 miliar dollar AS atau sekitar Rp 349,3 triliun.

"Pada akhirnya, di balik bayangan keraguan, kami yakin ini adalah yang terbaik bagi perusahaan," Weiner menuturkan lewat tulisan.

Lebih lanjut, sang CEO memastikan bahwa iklim kerja dan nilai-nilai LinkedIn tak akan berubah meski telah dicaplok Microsoft. Integrasi yang disepakati hanya terkait bisnis, bukan organisasi pekerja.

"Kalian akan tetap di jabatan yang sama, atasan yang sama, dan divisi yang sama. Saya akan tetap jadi CEO kalian," ia menegaskan.

Bakal laporan ke CEO Microsoft

Tak cuma soal nasib karyawan, Weiner juga menjabarkan peranannya nanti sebagai CEO perusahaan yang telah diakuisisi. Ia mengatakan akan melaporkan kondisi bisnis LinkedIn pada CEO Microsoft Satya Nadella secara berkala.

Meski begitu, segala keputusan strategis perusahaan tetap di tangan Weiner. Ia mencontohkan model akuisisi Microsoft-LinkedIn serupa dengan Google-YouTube, Facebook-Instagram, dan Facebook-WhatsApp.

Intinya, menurut Weiner, secara garis besar jejeran karyawan tak akan merasakan perbedaan yang signifikan antara pra dan pasca akuisisi. Adaptasi bakal lebih dibutuhkan di jejeran eksekutif LinkedIn.

Secara bersamaan, Nadella juga mengirimkan surat digital ke seluruh karyawannya terkait akuisisi itu. Dalam suratnya, Nadella optimis perkawinan Microsoft dan LinkedIn dapat membantu keduanya mencapai ambisi masing-masing.

Nadella memberi gambaran, di masa depan, bisa saja profil LinkedIn seseorang mampu menghimpun dokumen, kontak kerja, dan akun Skype. Dengan begitu, pengguna bisa merasakan pengalaman kerja yang lebih produktif dan bersosialisasi antar pekerja profesional secara lebih praktis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.