Investasi "Software" atau "Hardware" Ponsel 4G Harus Adil

Kompas.com - 16/06/2016, 11:30 WIB
Pabrik perakitan ponsel Smartfren Andromax oleh vendor elektronik Haier di China. Icha Rastika/Kompas.comPabrik perakitan ponsel Smartfren Andromax oleh vendor elektronik Haier di China.
|
EditorReska K. Nistanto

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) I Gusti Putu Suryawirawan mencontohkan, syarat turunan yang dibahas adalah soal kejelasan rencana investasi dan batas harga yang diperbolehkan impor.

"Khusus untuk perangkat 4G LTE, bagi vendor yang akan meningkatkan TKDN melalui investasi pengembangan software aplikasi, ponsel bisa diimpor dalam bentuk CBU. Syaratnya harga cost insurance freight (CIF) Rp 8 juta atau lebih," ujarnya saat dihubungi KompasTekno dalam kesempatan terpisah.

"Peningkatan TKDN melalui jalur software harus disertai dengan adanya rencana investasi industri software. Besar investasinya masih kami bahas dengan Kemenkominfo dan Kemendag, imbuhnya.

Aturan sebelumnya menyatakan bahwa setiap ponsel 4G LTE yang masuk ke Indonesia mesti memenuhi standar nilai TKDN 30 persen per Januari 2017 mendatang. Skema 100 persen investasi di bidang software dan hardware adalah cara untuk mencapai nilai TKDN tersebut.

Aturan TKDN serta skema pemenuhannya digodok oleh tiga kementerian, yaitu Kemenperin, Kemenkominfo dan Kemendag.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X