Peminatnya Sedikit, Fujifilm Kok Bikin Kamera "Medium Format"?

Kompas.com - 21/09/2016, 07:38 WIB
Fujifilm GFX 50S, kamera medium format digital pertama Fujifilm dirilis di ajang Photokina 2016 di Cologne, Jerman, Senin (19/9/2016). Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comFujifilm GFX 50S, kamera medium format digital pertama Fujifilm dirilis di ajang Photokina 2016 di Cologne, Jerman, Senin (19/9/2016).
|
EditorReska K. Nistanto

COLOGNE, KOMPAS.com - Fujifilm baru saja mengumumkan kamera mirrorless medium format pertamanya di ajang Photokina 2016, GFX 50S. Peminat fotografi medium format di dunia tergolong sedikit dibandingkan dengan segmen lain, apalagi yang mirrorless. Lantas kenapa Fujifilm membuat kamera model ini?

Menurut President Director Fujifilm Indonesia, Masatsugu Naito, cara tersebut diambil Fujifilm untuk unjuk gigi soal kualitas mereka, sekaligus berusaha membuat ceruk pasar yang baru.

Naito, saat berbincang dengan sejumlah awak media di sela penyelenggaraan Photokina 2016 di Jerman, Selasa (20/9/2016) menceritakan bahwa Fujifilm punya sejarah yang panjang dalam membuat kamera medium format. Dan sejarah itulah yang coba dihadirkan kembali di masa kini.

Dia mengakui, kamera jenis tersebut memang hanya dipakai oleh orang-orang tertentu dan segmentasinya sangat terbatas. Namun di sisi lain, upaya dan keberhasilan Fujifilm saat masuk ke dalam segmen itu dinilai bakal memberi pengaruh positif terhadap citra mereka, terutama dalam hal kualitas kamera.

Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.com President Director Fujifilm Indonesia Masatsugu Naito
"Dengan GFX, Fujifilm mencoba menunjukkan ada produk yang berkualitas bagus, ukurannya sangat compact dan mudah dibawa. Berbeda dengan image medium format selama ini," ujar Naito.

"Soal market-nya memang langsung pada orang yang pro, yaitu mereka yang sudah biasa mencari kualitas dan mereka yang biasanya pakai Leica atau Mamiya. Tapi saya yakin Fujifilm punya kesempatan," terangnya.

Walau ceruk pasar medium format tergolong kecil, Naito tetap yakin keberadaan GFX bakal membawa pengaruh besar. Bahkan, dia percaya diri bahwa produk tersebut nantinya akan memicu kelahiran segmen medium format baru.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Pasar itu bisa dibuat sendiri. Keberadaan kamera medium format kami akan memperluas demand," ujar Naito.

"Bayangkan medium format kami ini bisa dengan mudah dibawa ke mana-mana, harganya pun di bawah kamera medium format macam Leica dan Mamiya tapi juga di atas harga full frame. Akan ada pasar baru karena ini," pungkasnya.

Untuk diketahui, Fujifilm baru saja mengumumkan keberadaan GFX 50S. Kamera itu menggunakan sensor berukuran 43,8 x 32,9 milimeter dengan ketajaman 51,4 megapiksel. Perusahaan pun telah menyiapkan enam lensa baru dengan mounting G, khusus untuk kamera medium format seperti ini.

Rencananya GFX 50S akan dirilis pada awal 2017 mendatang. Harga banderolnya pun dijanjikan di bawa 10.000 dollar AS (Rp 130 juta).



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.