Kompas.com - 29/09/2016, 16:28 WIB
Roy Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia. Reska K. Nistanto/KOMPAS.comRoy Simangunsong, Country Business Head Twitter Indonesia.
|
EditorReska K. Nistanto

SEMARANG, KOMPAS.com - Twitter sebagai perusahaan internet global (OTT) yang beroperasi di Indonesia, bersama perusahaan OTT lain sedang disorot Pemerintah terkait dengan kewajiban membayar pajak.

Masalah pajak menjadi perhatian Pemerintah lantaran perusahaan OTT belum menjadi badan usaha tetap (BUT). Apa kata Twitter Indonesia terkait hal ini?

"Semua dalam proses, saya tidak akan memberikan respon soal ini. Bagi saya, semua yang diminta itu sedang berjalan," kata Country Bussines Head Twitter Indonesia, Roy Simangunsong, seusai peluncuran Twitter Kemala di Semarang, Jawa Tengah, Rabu (28/9/2016) malam.

Roy mengatakan, pihak perusahaan terus menjalin komunikasi dengan pemerintah terkait hal ini. Pihak Twitter juga berusaha memenuhi apa yang dipersyaratkan pemerintah Indonesia.

"Perusahaan akan melihat masalah ini. Sejauh ini komunikasi masih berjalan," ujar Roy.

Lalu, apakah ada keinginan Twitter untuk menjadi badan hukum tetap di Indonesia?

"Semua masih dalam proses. Di Indonesia itu regency. Banyak proses yang harus dilalui, ada banyak hal. Kalau harus menjawab kekurangan apa, yang menjawab dari pemerintah Indonesia," tambah Roy lagi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Twitter sendiri di Indonesia masih menjadi kantor perwakilan, sehingga transaksi bisnis di Tanah Air tidak berpengaruh ke pendapatan negara. Dengan kata lain, belum menjadi wajib pajak.

Selain Twitter, perusahaan raksasa lain yang sedang disorot pemerintah terkait pajak antara lain Google, Yahoo, dan Facebook.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X