Kompas.com - 28/10/2016, 15:04 WIB
Oppo R9s. OppoOppo R9s.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Lima tahun lalu, saat pertama kali memasuki pasaran smartphone, Oppo bisa dibilang bukan siapa-siapa. Gaung namanya pun relatif tidak terdengar. Tapi kini pabrikan asal China itu telah menjadi salah satu pabrikan smartphone terbesar dunia.

Data IDC untuk kuartal-III 2016 menempatkan Oppo sebagai vendor terbesar keempat di dunia setelah Samsung, Apple, dan Huawei. Di Indonesia, Oppo duduk di urutan kedua setelah Samsung.

Apa rahasia kesuksesan Oppo? Laporan Reuters yang dirangkum KompasTekno, Jumat (28/10/2016) menyebutkan bahwa salah satu resep Oppo adalah pemasaran yang agresif baik secara online maupun offline.

“Tak ada brand lain yang mampu menyamai taktik bombardir penjualan Oppo,” komentar seorang eksekutif distributor ponsel di Shijiazhuang, China.

Baca: Apa Kesamaan Oppo, Vivo, dan OnePlus?

Oppo R9 “Selfie Expert” yang memiliki kamera depan mumpuni, misalnya, dipromosikan dengan target audience pengguna media sosial. Model ini berhasil menjadi ponsel dengan penjualan tertinggi di China kuartal lalu.

Andalkan juga penjualan offline

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Di Jakarta, outlet ponsel Oppo bisa ditemukan di pusat perbelanjaan. Toko mini itu kerap disertai jajaran SPG yang menawarkan pengunjung supaya mencoba ponsel Oppo.

Analis menyebutkan jaringan toko fisik Oppo berhasil mendorong penjualan di Indonesia, juga kota-kota kecil yang penduduknya masih kurang akrab dengan belanja online dan lebih suka mengunjungi outlet untuk membeli ponsel.

Oppo juga mengendalikan sendiri segala hal yang terkait dengan penjualan smartphone, dari tahapan desain produk hingga distribusi.

Oppo menjual perangkat lewat jaringan tokonya sendiri, menjalin kerja sama dengan mitra ritel lokal, dan menyediakan penaga pemasaran berikut insentif.

“Kami memproduksi sendiri semua ponsel… kami tak berurusan dengan distributor, kami ingin meyakinkan bahwa kami memiliki kendali dari end-to-end atas pengalaman pengguna,” kata Chief Executive Oppo Singapura, Sean Deng.

Kesinambungan strategi “bombardir pasar” Oppo masih dipertanyakan karena besarnya biaya yang diperlukan. Begitu pertumbuhan melambat, hal tersebut mungkin akan menjadi masalah.

“Saya pikir model (pemasaran Oppo) stabil, namun pertumbuhan ke depannya mungkin menurun dan membutuhkan lebih banyak investasi," sebut CK Lu, seorang analis di firma riset Gartner.

Toh, kemunculan Oppo tak urung mengejutkan para rivalnya sesama pabrikan ponsel dari China, seperti Xiaomi dan LeEco, yang selama ini lebih banyak mengandalkan online marketing.

Oppo berada di bawah payung besar BBK Electronics, raksasa elektronik China yang juga menjual ponsel dengan brand Vivo. Keduanya kini tercatat masuk dalam lima besar pabrikan smartphone dunia.

Baca: Matinya Ponsel Murah China

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Reuters

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.