Trump Jadi Presiden AS, Begini Cara Pengguna Twitter Berduka

Kompas.com - 10/11/2016, 08:14 WIB
Reaksi kesedihan para pendukung kandidat presiden dari partai demokrat Hillary Clinton, 8 November 2016 waktu setempat. Hillary Clinton kalah dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump. AFP PHOTO / DON EMMERTReaksi kesedihan para pendukung kandidat presiden dari partai demokrat Hillary Clinton, 8 November 2016 waktu setempat. Hillary Clinton kalah dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump.
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Netizen beramai-ramai mengganti foto profil dan header Twitter menjadi warna hitam layaknya sedang berduka. Mereka juga menuliskan status dengan embel-embel tanda pagar (tagar) #TwitterBlackout.

Gerakan maya itu adalah respons atas kemenangan Donald Trump dalam Pemilihan Umum Presiden AS 2016. Tentu saja, netizen yang bergabung dalam gerakan tersebut adalah barisan penolak Trump.

Mereka tak rela jika Negara Adikuasa dipimpin sang miliarder. Pesan itu disampaikan pada deskripsi #TwitterBlackout yang disebar di platform berlogo burung.


Pantauan KompasTekno pada Rabu (9/11/2016) malam, tiap satu menit rata-rata ada tiga kicauan yang mematrikan tagar #TwitterBlackout. Tak jarang yang memadukannya dengan tagar #HesNotMyPresident dan #ImStillWithHer.

Baca: Donald Trump Mau Ajak Bill Gates Menutup Internet di AS

#ImStillWithHer sendiri berisi kicauan-kicauan netizen yang menyatakan tetap mendukung Hillary Clinton sebagai pemimpin AS. Hasil pemilu kali ini memang diwarnai kejutan, sebab banyak survei yang sebelumnya yakin kandidat dari Partai Demokrat yang bakal terpilih.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selain gerakan di media sosial, penolakan Trump sebagai Presiden AS juga disuarakan beberapa figur publik. Salah satu investor kawakan di Silicon Valley menyatakan bakal memodali kampanye untuk menjadikan California sebagai negara sendiri.

Ia tak mau California yang merupakan markas kawasan industri teknologi Silicon Valley tetap menjadi negara bagian AS jika pemimpinnya adalah Trump.

Sejumlah selebritas pun sudah jauh hari sesumbar bakal pindah ke negara lain jika Trump menang. Beberapa di antaranya adalah Miley Curys dan Jon Stewart.

Baca: Trump Presiden AS, Silicon Valley Ingin Pisah dan Jadi Negara Sendiri



Sumber twitter
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X