Google Akan Blokir Iklan di Situs-situs Berita Palsu

Kompas.com - 15/11/2016, 13:45 WIB
Kotak wempat pensil warna-warni disusun membentuk logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta (28/5/2015) Oik Yusuf/ Kompas.comKotak wempat pensil warna-warni disusun membentuk logo Google di kantor Google Indonesia, Jakarta (28/5/2015)
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Raksasa-raksasa internet seperti Facebook, Google, dan Twitter banyak disalahkan karena dinilai membantu menyebarkan informasi palsu yang berujung pada kemenangan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump.

Menanggapi tudingan tersebut, awal pekan ini Google mengumumkan rencana untuk memblokir tayangan iklan dari jaringan AdSense miliknya di situs berita yang menayangkan informasi palsu atau hoax.

“Ke depan, kami akan membatasi penayangan iklan di laman-laman yang memalsukan atau menyembunyikan informasi mengenai penerbit, konten penerbit, atau tujuan utama dari properti web dimaksud,” tulis Google dalam sebuah pernyataan yang dirangkum KompasTekno dari Reuters, Selasa (15/11/2016).

Dalam menyortir situs yang dinilai menayangkan berita palsu, Google akan menerapkan evaluasi dengan kombinasi tim manusia dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kecerdasan buatan ini mampu belajar ciri-ciri situs berita palsu sehingga makin mempercepat proses penyaringan.

Tidak dijelaskan lebih lanjut soal bagaimana Google akan mengimplementasikan kebijakan baru tersebut.

Pemberitaan palsu atau hoax mengenai para para kandidat presiden marak bermunculan menjelang pemiliu AS yang dilangsungkan minggu lalu.

Baca: Algoritma Facebook Bikin Donald Trump Menangi Pemilu AS?

Para penerbit berita palsu memanfaatkan femomena ini untuk memancing trafik ke situsnya, yang kemudian bisa dikonversi menjadi pendapatan dengan menayangkan iklan AdSense dari Google.

Google sendiri selama ini memiliki peraturan yang melarang penayangan AdSense bersama  konten yang berbau pornografi atau kekerasan. Kriteria tersebut kini ditambahi dengan situs berita palsu.

Dengan memblokir iklan AdSense, diharapkan para penerbit berita palsu bakal kehilangan sumber pendapatan sehingga mengurangi minatnya membuat situs serupa, yang ujungnya jumlah informasi hoax yang beredar diharapkan berkurang juga.

Meski demikain, kebijakan di atas tidak berpengaruh di di laman hasil pencarian Google. Berita hoax masih bisa saja muncul di hasil pencarian Google.

Baca: Facebook Disebut Jadi Sarana Sebar "Hoax", Ini Janji Zuckerberg

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X