Wicak Hidayat

Penulis teknologi yang saat ini terjun bebas ke dunia startup digital. Ia aktif di Code Margonda bersama komunitas lainnya di Depok. Juga berperan sebagai Tukang Jamu di sebuah usaha rintisan bernama Lab Kinetic.

kolom

Berani Menatap dengan Penuh Ketidakpastian

Kompas.com - 16/11/2016, 10:48 WIB
Reaksi kesedihan para pendukung kandidat presiden dari partai demokrat Hillary Clinton, 8 November 2016 waktu setempat. Hillary Clinton kalah dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump. AFP PHOTO / KENA BETANCURReaksi kesedihan para pendukung kandidat presiden dari partai demokrat Hillary Clinton, 8 November 2016 waktu setempat. Hillary Clinton kalah dari kandidat presiden Partai Republik Donald Trump.
EditorReska K. Nistanto

Kekhawatiran itu dari mana asalnya? Apakah Trump sedemikian buruknya sehingga perusahaan-perusahaan teknologi dan usaha rintisan merasa terancam?

Bukan semata-mata soal Trump-nya sih. Kekhawatiran itu asalnya dari rasa takut yang muncul dari ketidakpastian. Adanya ketidakpastian itu sebagian muncul dari melesetnya prediksi. Ketidakpastian juga muncul dari rasa tidak yakin pada kebijakan yang akan diambil. Dan lain-lain.

Fred Wilson, dari Union Square Ventures, menanggapi suasana ketidakpastian ini. “Bagi wirausahawan, (masa-masa ini) bisa berarti saatnya untuk sedikit hati-hati dan mungkin agak konservatif sambil melihat keadaan, tapi jangan panik dan jangan tertukar antara ketidakpastian dengan ketiadaan peluang,” tulisnya dalam blog di AVC.com, sehari setelah pemilu.

Saat ini, kita belum bisa tahu akan seperti apa kondisi ekonomi dunia, belum tentu juga akan menjadi lebih buruk dari sekarang. Namun menurut Wilson, peluang akan selalu ada bahkan di saat-saat yang paling buruk sekalipun.

Menjalankan bisnis seperti biasa, cuek bebek akan perkembangan dunia, tentunya juga bukan langkah yang bijak. Namun terlalu panik, takut, bersembunyi dalam lubang lalu tidak melakukan apa-apa merupakan langkah yang salah juga.

Mari menatap ke depan dengan penuh ketidakpastian. Setiap hari adalah petualangan!

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.