Seperti Apa Iklan Nazi yang Beredar di Twitter?

Kompas.com - 20/11/2016, 08:18 WIB
Logo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS. istLogo Twitter di depan kantornya di San Francisco, AS.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Penulis sekaligus musisi Ariana Lenarsky kaget bukan main menjumpai iklan berisi pesan dengan nada rasisme di lini masa akun Twitter miliknya. Wanita yang tinggal di Los Angeles, Amerika Serikat itu pun segera melaporkan temuannya.

“Saya tak percaya masih bisa dibuat terkejut oleh sesuatu, tapi mengapa saya melihat iklan nazi di situs ini?” kicau Lenarsky dalam sebuah kicauan yang diunggah minggu lalu, sambil disertai mention ke pengelola Twitter.

Beberapa hari kemudian, pada pekan yang sama, CEO Twitter Jack Dorsey mengunggah kicauan untuk meminta maaf atas munculnya konten tersebut lewat jaringan iklan Twitter.


“Kami melakukan kesalahan dan meminta maaf. Sistem otomatis kami meloloskan iklan berisi pesan yang mempromosikan kebencian, berlawanan dengan kebijakan kami,” tulis Dorsey dalam tweet.

Keterangan yang dirangkum KompasTekno dari The Washington Post, Minggu (20/11/2016) menyebutkan bahwa iklan bernada rasisme itu sempat mengudara selama kurang dari satu jam hari Senin lalu sebelum akhirnya dihapus.

Pihak Twitter menyatakan telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah hal serupa kembali terjadi. “Kami menambah keyword dan parameter pengenalan gambar untuk mengindentifikasi konten macam ini dengan lebih cepat,” sebut juru bicara Twitter.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Neo Nazi

Ariana Lenarsky/ Twitter Screenshot iklan berisi pesan Neo Nazi di Twitter yang dilaporkan oleh Ariana Lenarsky.
Iklan yang bermasalah menayangkan pesan dari kelompok Neo Nazi bernama New Order. Grup semacam ini menganut paham rasis white supremacist yang menganggap ras kulit putih adalah manusia yang paling unggul, seperti yang dulu disebarkan oleh partai Nazi Jerman.

Pesan dalam iklan mempromosikan artikel berjdul “Amerika Serikat Didirikan Sebagai Republik Kulit Putih” di situs New Order. Akun Twitter New Order dengan handle @NEW_ORDER_1488 telah di non-aktifkan.

Rasisme berlawanan dengan kebijakan Twitter yang melarang konten dengan muatan yang menyerang orang lain berdasarkan “ras, etnis, umur, cacat fisik, atau penyakit.”

Ironisnya, iklan rasis tersebut justru muncul tak lama setelah Twitter mengumumkan bakal menyaring hate speech di layanannya.

Pekan ini, Twitter ikut menonaktifkan akun milik sejumlah tokoh alt-right -gerakan konservatif yang berbasis rasisme kulit putih-, lalu meluncurkan tool baru yang memungkinkan pengguna memblokir konten yang bersifat abusive.

Lenarsky sendiri menyambut baik permintaan maaf dari Dorsey, tapi dia mengatakan bahwa Twitter mesti selalu waspada. “Ini belum berakhir. Kita harus terus memerangi hal-hal semacam nazisme ini,” ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.