Kompas.com - 06/12/2016, 14:46 WIB
|
EditorOik Yusuf

"Yang organik pasti naik terus karena semua orang sepakat membicarakannya. Kalau bot, awalnya dia naik. Tapi kalau ada sedikit topik lain, dia langsung tenggelam dan nggak muncul lagi," ia menjelaskan.

Soal penyaringan konten bot, Roy mengatakan bisa dilakukan jika sudah tak sesuai dengan regulasi Twitter. Dalam hal ini, jika bot itu melakukan spamming dan mengganggu kenyamanan pengguna.

"Jangankan bot, pengguna asli pun bisa kami hapus," ujarnya.

Diketahui, topik Pilkada DKI 2017 mulai ramai diperbincangkan di Twitter sejak pertengahan 2016. Memasuki masa kampanye pada Oktober lalu, topik ini semakin populer.

Beberapa tanda pagar (tagar) yang berkaitan dengan Pilkada DKI pun rajin nongkrong di jejeran Trending Topic Indonesia. Sebut saja #KamiAhok, #AgusSylviPilihanJakarta, #AniesSandi, dan masih banyak lagi.

Bahkan, #KamiAhok sempat masuk di barisan Trending Topic Worldwide alias mendunia. Meski demikian, tagar-tagar semacam #PenjarakanAhok dan #TangkapAhok yang berkonotasi negatif juga sempat populer.

Intinya, ketika suatu tagar bermuatan A menjadi populer, akan muncul tagar B sebagai tandingan yang serta-merta kontradiktif. Fenomena inilah yang dicurigai merupakan ulah bot.

Meski telah mengakui keberadaan bot di Twitter selama masa Pilkada DKI 2017, Roy berdalih jumlahnya tak besar. "Kami belum analisa secara detil. Tapi menurut saya nggak banyak," ia memungkasi.

Baca: Jokowi Shalat Jumat di Monas, Foto Ini Ramai Dibagikan di Twitter

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.