Dianggap Curang, Qualcomm Kena Denda Rp 11,5 Triliun

Kompas.com - 29/12/2016, 12:10 WIB
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Pemerintah Korea Selatan menuduh Qualcomm melakukan kecurangan bisnis. Produsen chipset mobile tersebut didenda 854 juta dollar AS atau setara Rp 11,5 triliun.

Tak terima, Qualcomm mengatakan bakal mengajukan banding ke pengadilan setempat, sebagaimana dilaporkan Reuters dan dihimpun KompasTekno, Kamis (29/12/2016).

"Kami sepenuhnya tak sepakat dengan keputusan Komisi Perdagangan Korea Selatan (KFTC)," kata perwakilan Qualcomm.

Menurut KFTC, pihaknya telah menyelidiki praktik bisnis Qualcomm sejak 2014 lalu, menyusul banyaknya keluhan yang dilaporkan pelaku industri. KFTC tak mengumbar secara spesifik perusahaan mana yang melapor.

Baca: Qualcomm Siapkan Penerus Snapdragon 652?

Yang jelas, beberapa perusahaan asing seperti Apple, Intel, MediaTek, dan Huawei, dimintai pendapat selama proses pertimbangan keputusan oleh pemerintah Korea Selatan.

"Kami menginvestigasi dan mengambil tindakan karena aksi Qualcomm membatasi kompetisi di industri mobile secara keseluruhan," kata Sekretaris Jenderal KFTC, Shin Young-son.

Lebih spesifik, menurut penjabaran KFTC, kecurangan bisnis Qualcomm berakar pada dominasinya sebagai penyedia chipset. Alhasil, Qualcomm dinilai kerap semena-mena pada vendor perangkat mobile.

Vendor dipaksa membayar royalti atas paten-paten yang tak jelas, sebagai konsekuensi menggunakan chipset buatan Qualcomm.

Selain itu, Qualcomm juga dituduh membatasi lisensi paten standar yang penting untuk produsen chipset pesaing seperti Intel, Samsung, dan MediaTek. Menurut pemerintah Korea Selatan, Qualcomm berusaha menghindari kompetisi.

Ini bukan kali pertama Qualcomm berseteru dengan pemerintah suatu negara. Pada Februari 2015, China mendenda Qualcomm senilai 975 juta (Rp 13 triliun) atas tuduhan serupa.

China juga menerapkan masa percobaan selama 14 bulan bagi Qualcomm. Uni Eropa pun pernah menuduh Qualcomm memanfaatkan dominasi pasar untuk menghalangi jalan bisnis para pesaingnya.

Baca: Snapdragon 835 Dirilis, Diklaim Hemat Baterai Ponsel 40 Persen

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.