Indosat Aktifkan 4,5G, Kenapa Tidak Langsung 5G?

Kompas.com - 18/01/2017, 17:32 WIB
Menkominfo Rudiantara (dua dari kiri) didampingi President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (paling kiri) saat meninjau kesiapan jaringan di Indosat Network Operation Center (i-NOC) di Jakarta, Senin (4/7/2016) Dok. Indosat OoredooMenkominfo Rudiantara (dua dari kiri) didampingi President Director & CEO Indosat Ooredoo, Alexander Rusli (paling kiri) saat meninjau kesiapan jaringan di Indosat Network Operation Center (i-NOC) di Jakarta, Senin (4/7/2016)
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Operator telekomunikasi berlomba-lomba memperkenalkan jaringan 4,5G yang diklaim lebih cepat hingga dua kali lipat dibandingkan 4G LTE. Setelah Telkomsel dan XL, kini giliran Indosat mengimplementasikan jaringan 4,5G ini.

Lantas, untuk apa implementasi jaringan 4,5G tersebut? Mengapa tidak langsung ke 5G?
Menurut penuturan Group Head Network Strategy and Solution Indosat Ooredoo, Yune Marketatmo, setidaknya ada tiga manfaat dari implementasi jaringan baru ini.

Pertama, optimalisasi jaringan 4G LTE. Pada dasarnya, jaringan 4,5G sudah dikembangkan sejak 2012 lalu berbarengan dengan modernisasi jaringan. Tak ada infrastruktur baru, melainkan modifikasi dari yang sudah ada.

Jadi, perangkat yang tak mendukung 4,5G pun sebenarnya bisa merasakan manfaatnya meski tak maksimal. Yune menyebut semua perangkat 4G setidaknya akan merasakan kecepatan yang meningkat 20 persen.

Kedua, soal efisiensi. Jaringan 4,5G dimungkinkan oleh beberapa implementasi teknologi, seperti carrier aggregation, massive MIMO, skema modulasi 256 QAM, dan cellular/WiFi aggregation.

Carrier aggregation sebenarnya sudah diterapkan pada 4G, namun terbatas pada penggabungan tiga band. Sementara itu, carrier aggregation di 4,5G memungkinkan penggabungan band yang lebih banyak, sehingga lebih efisien.

Baca: Internet 4,5G Telkomsel Tembus 1 Gbps di Pondok Indah

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Begitu juga dengan penggabungan spektrum selular dengan spektrum untuk jaringan WiFi. Implementasi teknologi demikian bakal lebih fleksibel dan efisien untuk mengakomodir kebutuhan internet yang terus bertambah.

"Teknologi yang kami gunakan akan meningkatkan kecepatan, mereduksi latensi, serta menambah kapasitas dengan infrastruktur jaringan yang lebih efisien," Yune menjelaskan.

Ketiga, persiapan ke 5G. Jaringan 4,5G diperkenalkan sebagai ancang-ancang menuju implementasi jaringan 5G. Saat ini, jaringan 5G sudah terdefinisi di dunia global namun belum benar-benar direalisasikan.

Jaringan 5G akan berbarengan dengan implementasi Internet of Things (IoT), di mana konektivitas bukan cuma di smartphone tapi semua benda. Implementasi IoT ini contohnya mobil tanpa awak, kulkas pintar, mesin cuci pintar, dll.

Nah, prinsip-prinsip pada 4,5G sejatinya sama dengan 5G, yakni menambah kecepatan, menurunkan latensi, dan menambah kapasitas. Tapi, 5G dimungkinkan oleh infrastruktur baru yang saat ini masih terus dikembangkan. Intinya, 4.5G bisa diartikan sebagai perkenalan terhadap fungsi-fungsi 5G.

Baca: Jaringan 4,5G Indosat Sudah Bisa Dinikmati



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X