Cerita di Balik Pencitraan Mark Zuckerberg

Kompas.com - 22/01/2017, 19:38 WIB
Foto Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan dan putri pertama mereka, Max. Facebook Mark ZuckerbergFoto Mark Zuckerberg bersama istrinya, Priscilla Chan dan putri pertama mereka, Max.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Popularitas Mark Zuckerberg melambung seiring dengan kemunculan jejaring sosial Facebook di awal 2000-an. Mulanya, Zuckerberg dikenal sebagai sosok yang cerdas namun kaku.

Apalagi ketika film The Social Network dirilis pada 2010 lalu. Film itu terinspirasi dari kisah Zuckerberg mengembangkan Facebook ketika masih kuliah di Harvard University.

Zuckerberg diperankan oleh aktor kawakan Jesse Esisenberg. Karakternya dibentuk sebagai sosok yang emosional, arogan, dan tak mau mendengar opini orang lain.

Jika dibandingkan dengan sekarang, citra Zuckerberg jauh berubah. Ia bertransformasi menjadi sosok yang jenaka, kebapakan alias family man, serta peduli pada lingkungan dan kesejahteraan sosial.

Citra positif itu dibangun lewat tindakan-tindakan Zuckerberg selama beberapa tahun terakhir. Selain itu, ternyata ada tim komunikasi khusus yang mengemas citra tersebut.

"Apa yang dipelajari Zuckerberg selama dua tahun terakhir adalah citranya di internet harus dikontrol," kata dosen wirausaha di University of California, David Charron, sebagaimana dilaporkan Bloomberg dan dihimpun KompasTekno, Minggu (22/1/2017).

Tim komunikasi dan fotografer khusus

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Secara umum, tim komunikasi Zuckerberg adalah para pekerja Facebook. Tak disebutkan secara spesifik nama-nama mereka, yang jelas jumlahnya tak sedikit.

Tim komunikasi tersebut yang membantu Zuckerberg menulis status, menyiapkan pidato, menghapus komentar negatif, serta menyiapkan konten-konten visual yang dianggap pas. Setidaknya begitu menurut dua orang yang familiar dengan hal tersebut.

Ada juga beberapa fotografer profesional yang dipekerjakan untuk membidik foto-foto kegiatan Zuckerberg. Salah satu di antaranya adalah Charles Ommanney yang merupakan fotografer feature untuk Washington Post.

Baca: Bos Facebook Bikin Robot Serupa Asisten Iron Man

Foto-foto yang dibidik misalnya ketika Zuckerberg lari pagi di Beijing, menggendong anak perempuannya, menikmati alam bersama warga Kenya, serta melakukan hal-hal yang dianggap mampu meningkatkan citra positif sang pendiri Facebook. 

Facebook.com/Mark Zuckerberg Mark Zuckerberg mengunggah foto dirinya sedang jogging di China, Jumat (18/3/2016) walau di tengah polusi udara.

Terakhir, Zuckerberg bersama istri, anak, orang tua, dan anjingnya muncul bersama dalam serial video yang menceritakan soal artificial intelligence (AI) bernama Jarvis. AI tersebut digadang-gadang bakal jadi pesaing Amazon Echo.

Nah, video tersebut didramatisir dengan keterangan bahwa Zuckerberg sendiri yang membangun Jarvis selama setahun terakhir. Jarvis kemudian menjadi anggota keluarga baru di rumah Zuckerberg.

Selain ada video yang menceritakan sudut pandang Zuckerberg soal Jarvis, ada juga yang memaparkan sudut pandang sang istri, Priscilla Chan. Video itu dikonsepkan dengan gaya santai sehingga mencitrakan kondisi keluarga Zuckerberg yang lucu dan hangat.

Patut diakui

Menurut Director of Public Relations di University of Southern California, Fred Cook, strategi Zuckerberg dalam membangun citra patut diakui. Ia melakukannya secara halus, intens, dan konsisten.

"Saya tak tahu jika ada pemimpin bisnis lainnya yang berada pada level yang sama dengan Zuckerberg dalam hal berbagi kehidupan personal dan bisnis di media sosial," kata Cook yang pernah terlibat sebagai tim komunikasi untuk CEO Amazon Jeff Bezos dan pendiri Apple Steve Jobs.

Cook mengatakan anaknya yang berumur 18 tahun mengikuti akun Facebook Zuckerberg. Anaknya itu berkomentar "Zuckerberg tampak seperti pria biasa," kata Cook mencontohkan.

"Jika anak 18 tahun berpikir bahwa video-video itu otentik, maka tim komunikasi Zuckerberg berhasil," ia menambahkan.

Baca: Bersama Bayi Max, Zuckerberg Komentari Trump Jadi Presiden AS



Sumber Bloomberg
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X