Mengenal V-Mail, "E-Mail" yang Populer di Era Perang Dunia II

Kompas.com - 21/03/2017, 11:06 WIB
V-Mail, metode berkirim surat yang populer sebelum era e-mail, banyak digunakan di era Perang Dunia II. IstV-Mail, metode berkirim surat yang populer sebelum era e-mail, banyak digunakan di era Perang Dunia II.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Sebelum era surat elektronik (e-mail), pernah ada yang namanya V-Mail di zaman Perang Dunia II. V-Mail merupakan kependekan dari Victory Mail.

Ini adalah cara yang dipakai militer AS mengirim banyak surat, tetapi dijamin tak banyak makan tempat. Bisa dikatakan, V-Mail merupakan e-mail di zaman perang dulu.

Mengirim surat saat zaman Perang Dunia II memang populer. Bisa berupa surat resmi antar pemerintah, surat pribadi kerabat, atau keluarga tentara AS yang sedang berperang.

Jumlah surat yang dikirim pun dari ke hari semakin banyak. Militer AS merasa membutuhkan cara baru mengirim surat dalam jumlah besar, tetapi tetap menghemat tempat.

Solusinya adalah V-Mail ini. Seperti apa rupa V-Mail dan bagaimana cara mengirimnya?

Pakai microfilm

Dikutip KompasTekno dari Mashable, Selasa (21/3/2017), militer AS bekerja sama dengan vendor kamera Eastman Kodak meluncurkan V-Mail pada 15 Juni 1942.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

V-Mail kemudian menjadi metode utama berkomunikasi antara tentara di medan perang dengan keluarga di rumah.

Sebuah surat V-Mail ditulis dalam kertas biasa. Surat tersebut kemudian difoto dengan menggunakan rol microfilm. Nah, microfilm inilah yang dikirim, bukan surat dalam amplop.

Satu rol microfilm bisa menampung sekitar 1.600-an surat. Ukuran satu rol microfilm sendiri saat itu sebesar bungkus rokok.

Dengan cara ini, kargo surat seberat sembilan ton bisa dikurangi menjadi sembilan kilo saja. Surat-surat yang tadinya dikirim dalam 37 kantung saat itu bisa dikirim dalam satu kantung microfilm.

Setiap surat yang akan dijadikan microfilm juga harus melalui proses sensor. Proses ini dilakukan untuk menanggulangi bahaya spionase atau mata-mata.

Setelah microfilm dikirim, lantas bagaimana cara membacanya?

Microfilm yang sampai di tempat tujuan kemudian akan dicetak, seperti layaknya mencetak foto. Cetakan tersebut dibuat seukuran kertas yang huruf-hurufnya mudah terbaca.

Baca: World Wide Web Ulang Tahun Ke-28, Bapak Internet Khawatir



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X