iPhone Jeblok di China, Pendiri Oppo Punya Alasannya

Kompas.com - 22/03/2017, 13:14 WIB
Apple resmi meluncurkan duo iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di San Francisco, AS, Kamis (8/9/2016). The VergeApple resmi meluncurkan duo iPhone terbaru, iPhone 7 dan iPhone 7 Plus di San Francisco, AS, Kamis (8/9/2016).
Penulis Deliusno
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Apple pernah menjadi raja di China. Smartphone bikinan perusahaan asal AS itu sempat diburu oleh masyarakat negara tersebut.

Meski begitu, kisah sukses Apple ternyata tidak terlalu lama. Di tahun 2016, nama Apple bahkan tidak masuk ke tiga besar vendor di Negeri Tirai Bambu.

Duan Yongping, founder dari Oppo dan Vivo, punya teori sendiri di balik turunnya Apple di China. Menurutnya, salah satu penyebab jebloknya Apple karena perusahaan tersebut tidak mau mengubah kebijakan harga.

Yongping mencontohkan, harga termurah iPhone 7 di China bisa menyentuh angka 780 dollar AS atau sekitar Rp 10,3 juta. Padahal, di AS iPhone 7 sudah bisa dilepas dengan harga 650 dollar AS.

Selain itu, harga yang dibanderol oleh Apple setara dengan gaji rata-rata satu bulan masyarakat China.

Apple, menurut Yongping, dinilai terlalu keras kepala mencari profit margin yang tinggi, meski itu membuat bisnis kurang begitu baik bagi perusahaan.

"Apple tidak bisa mengalahkan kami di China (Vivo dan Oppo) karena mereka bahkan punya celah. Apple terkadang terlalu keras kepala," tutur Yongping, sebagaimana KompasTekno rangkum dari Phone Arena, Rabu (22/3/2017).  

"Mereka membuat banyak hal hebat, seperti sistem operasi, tetapi kami melewatinya di beberapa area," imbuhnya.

Di China sendiri, tiga vendor smartphone teratas diduduki oleh Oppo, Vivo, dan Xiaomi. Sementara itu, Apple saat ini berada di posisi kelima.

Baca: Matinya Ponsel Murah China



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X