Cara Steve Ballmer Habiskan Waktu Sebelum Lepas Jabatan CEO Microsoft

Kompas.com - 19/06/2017, 16:46 WIB
Mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer. Gambar diambil pada 28 Agustus 2013, saat dia masih menjadi bos perusahaan tersebut. AFPMantan CEO Microsoft, Steve Ballmer. Gambar diambil pada 28 Agustus 2013, saat dia masih menjadi bos perusahaan tersebut.
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - CEO perusahaan kawakan tetap saja manusia biasa yang kadang memiliki rasa malas dan tak termotivasi bekerja. Setidaknya begitu yang diceritakan mantan CEO Microsoft, Steve Ballmer.

Ia menceritakan pengalamannya ketika diberikan jangka waktu pemberitahuan pengunduran diri alias one-month-notice pada 2013 lalu. Kala itu, setelah 34 tahun berkarir di Microsoft, Ballmer memutuskan hengkang.

“Saya menghabiskan sisa waktu dengan menonton show The Good Wife di Netflix,” kata Ballmer, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (19/6/2017) dari BusinessInsider.

Ia menyelesaikan 100 episode dalam tiga pekan di masa one-month-notice, sebelum benar-benar angkat kaki dari perusahaan yang telah membesarkan namanya. Menurut Ballmer, masa one-month-notice adalah masa yang membingungkan.

Di satu sisi, dia masih berstatus pegawai Microsoft, sehingga tetap wajib datang ke kantor. Di sisi lain, dia sudah tak bisa lagi berbuat apa-apa untuk perusahaan karena cuma punya sisa waktu yang singkat.

“Bisa kah Anda mengerjakan sebuah proyek baru ketika Anda berpikir cuma tinggal punya waktu tiga pekan sebelum pergi? Jadi saya bertanya pada diri sendiri ‘sekarang apa yang harus saya kerjakan?’,” kata Ballmer sambil tertawa.

Setelah benar-benar melepas jabatan dari Microsoft, Ballmer tak terus-terusan menonton serial di Netflix. Ia menghabiskan hari-harinya dengan bermain golf.

Salah satu yang membuat sedih, Ballmer mengaku tak lagi begitu dekat dengan pendiri Microsoft Bill Gates setelah mengundurkan diri. Padahal, selama 34 tahun, Ballmer menyebut ikatannya dengan Gates sudah seperti saudara alias brotherhood.

Ia bahkan mengistilahkan Microsoft sebagai bayi bersamanya dengan Gates. Menurutnya, Gates adalah ayah dan Ballmer adalah ibu yang lebih banyak mengambil keputusan-keputusan sehari-hari.

“Gates punya hidupnya sendiri, begitu juga saya. Microsoft adalah hal yang menyatukan kami. Dulunya kami teman lalu menjadi sangat dekat ketika di Microsoft. Saat saya pergi, kami agak sedikit renggang,” kata Ballmer.

Baca: Kisah Retaknya Persahabatan Steve Ballmer dan Bill Gates

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X