Kompas.com - 05/07/2017, 20:08 WIB
Ed Sheeran tampil di Pyramid Stage di Glastonbury Festival of Music and Performing Arts di Worthy Farm di Somerset, England, pada 25 Juni 2017. AFP PHOTO / Oli SCARFFEd Sheeran tampil di Pyramid Stage di Glastonbury Festival of Music and Performing Arts di Worthy Farm di Somerset, England, pada 25 Juni 2017.
|
EditorReska K. Nistanto

KOMPAS.com - Penyanyi sekaligus penulis lagu kawakan, Ed Sheeran, menyatakan mundur dari Twitter. Ia menambah daftar selebritas yang berbondong-bondong angkat kaki dari layanan mikroblog berlogo burung biru tersebut.

Akun Ed Sheeran (@edsheeran) sejatinya masih bisa diakses di Twitter. Namun isinya hanya berupa tautan dari Instagram yang mayoritas berisi jadwal konser. Tak ada opini maupun curhat personal yang dilontarkan.

Bukan tanpa alasan Ed Sheeran memutuskan berhenti berkicau di Twitter. Pelantun “Shape of You” itu mengaku tak tahan dengan diskusi di Twitter yang kerap memicu perang maya dan kebencian.

“Saya tak bisa membacanya (linimasa Twitter). Tak ada hal lain selain orang-orang yang mengatakan hal-hal jahat. Twitter adalah platform untuk itu,” ia menuturkan, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Rabu (5/7/2017) dari Mashable.

"Satu komen di Twitter menghancurkan hari Anda," Ed Sheeran menambahkan.

Baca: Viral di Twitter, Video Duta So7 Nyanyi di Kondangan Warga

Perang di Twitter atau kerap diistilahkan “twitwar” sudah mengakar di layanan tersebut. Pasalnya, setiap peristiwa kerap dibicarakan secara real time di Twitter sehingga diskusi menjadi lebar dan mendatangkan pro-kontra.

Sayangnya, diskusi pro-kontra di Twitter kerap berujung sebagai debat kusir yang sarat dengan kata-kata kasar. Nuansa negatif ini agaknya bukan cuma dirasakan Ed Sheeran, namun juga sederet selebritas yang memilih hengkang dari Twitter.

Sebut saja rapper dan produser musik Kanye West. Ia cabut dari Twitter pada Mei lalu, padahal merupakan salah satu akun yang paling banyak menghimpun RT.

Sebelum meninggalkan Twitter dan belakangan juga Instagram, Kanye West pernah berkicau bahwa orang-orang (di Twitter) telah mengganggu proses kreatifnya.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.