Kompas.com - 16/07/2017, 13:30 WIB
Head of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno (kiri), Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (tengah), Country Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar (kanan) Saat Menggelar Konferensi Pers di Kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/7/2017). Moh. NadlirHead of Public Affairs Grab Indonesia Tri Sukma Anreianno (kiri), Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata (tengah), Country Marketing Director Grab Indonesia Mediko Azwar (kanan) Saat Menggelar Konferensi Pers di Kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/7/2017).
|
EditorDeliusno

KOMPAS.com - Layanan ride-sharing Grab membuka program bertajuk bug bounty yang ditujukan bagi para peretas alias hackers. Tak tanggung-tanggung, hadiahnya adalah uang tunai senilai 10.000 dollar AS atau Rp 133,3 juta.

Sesuai namanya, program bug bounty mengajak hackers untuk mengidentifikasi kelemahan dalam sistem keamanan di platform Grab, sebagaimana tertera pada keterangan pers yang dihimpun KompasTekno, Minggu (16/7/2017).

“(Program ini) Guna meningkatkan sistem keamanan platform bagi mitra pengemudi maupun penumpang,” begitu tertulis pada keterangan pers.

Untuk itu, Grab merangkul HackerOne yang tak lain adalah platform pengungkap bug yang telah mengatasi hampir 200 kerentanan. Tak kurang dari 100.000 hackers tergabung dalam HackerOne di seluruh dunia.

“Kami yakin tidak ada teknologi yang sempurna, sehingga bekerja sama dengan para peneliti keamanan berketerampilan yang memiliki portfolio beragam menjadi krusial untuk menciptakan teknologi seaman mungkin,” kata Diretor of Engineering Grab, Ditesh Kumar.

Lebih dari 50.000 kerentanan sistem keamanan dapat teratasi oleh lebih dari 800 organisasi yang tergabung dalam HackerOne secara global, meliputi Adobe, the U.S. Department of Defense, GitHub, Intel, Slack, Qualcomm, dan lainnya.

Menurut pendiri sekaligus CTO HackerOne, Alex Rice, bekerja sama dengan komunitas peretas adalah cara paling efektif untuk menemukan bug dalam sistem keamanan.

“Diperkenalkannya program bug bounty oleh Grab kepada publik menandakan komitmennya untuk bekerja sama dengan komunitas peretas terbesar guna melindungi lebih dari 45 juta penggunanya,” kata Alex Rice.

Uang tunai sebagai hadiah bagi penemu bug Grab berkisar antara 100 dollar AS (Rp 1,3 jutaan) hingga 10.000 dollar AS (Rp 133,3 jutaan), tergantung dari dampak dan tingkat keparahan masalahnya.

Jika Anda ingin berpartisipasi, bisa lihat informasi selengkapnya di tautan ini.

Baca: Bos Alibaba Disebut Kucurkan Dana ke Grab, Buat Apa?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.