Cara YouTube Mencegah Peredaran Video Berkedok Tontonan Anak

Kompas.com - 25/11/2017, 08:10 WIB
|
EditorReza Wahyudi

KOMPAS.com - Cukup banyak video-video di YouTube yang terlihat ramah bagi anak, namun sebenarnya tidak. Misalnya ulasan mainan anak yang menggoda, kartun Peppa Pig yang lucu, dan Dora The Explorer yang kita kenal sangat menghibur dan edukatif karena mengajarkan untuk mencintai alam dan petualangan.

Namun tidak untuk video review mainan, kartu Peppa Pig versi dewasa, dan Dora The Explorer versi manusia yang justru menampilkan adegan kekerasan dan kata-kata yang tidak selayaknya didengar anak-anak.

Beberapa waktu lalu, YouTube berjanji akan menghapus konten video yang berkedok "ramah" anak tersebut. Janji tersebut akhirnya dibuktikan YouTube dengan menghentikan "Toy Freaks", sebuah kanal yang menampilkan ulasan mainan anak.

Video-video di kanal tersebut memang menampilkan mainan anak tapi sajiannya sangat tidak ramah untuk anak. Kanal video itu malah memuat konten negatif, dengan mengeksploitasi pelecehan terhadap anak dan adanya unsur kekerasan.

Kanal tersebut saat ini telah lenyap dari YouTube dengan catatan yang menyatakan bahwa kanal "Toy Freaks" diberhentikan karena melanggar pedoman YouTube.

Langkah ini merupakan langkah awal YouTube untuk terus menyaring video-videonya bagi para penonton dibawah umur.

Berikut cara YouTube dalam rangka mengurangi peredaran video seperti yang ada di kanal Toy Freaks dan lainnya, seperti dirangkum KompasTekno dari Techcrunch, Sabtu (25/11/2017). 

1. Mengontrol konten lebih ketat

YouTube akan memberikan peringatan untuk konten-konten videonya seperti "konten menampilkan anak-anak di bawah umur yang mungkin membahayakan anak-anak, meskipun tidak ada unsur kesengajaan dari pengunggah".

Konten tersebut sempat muncul di salah satu video "Toy Freaks" berjudul "Annabelle Bloody Tooth Freak Out "Victoria & Freak Daddy Save The Day" Toy Freaks".

Peringatan lain yang diberikan berupa "konten dengan karakter hiburan keluarga namun memuat tema dewasa atau humor dewasa".

2. Memotong keuntungan

Seperti channel YouTube "Toy Freaks"  yang memiliki jumlah pelanggan (subscriber) hingga 8.5 juta tentu saja mendapat keuntungan besar. Namun, YouTube akan mendemonetisasi atau memotong keuntungan bagi channel YouTube atau YouTuber yang mengunggah video berkodek karakter kartun atau mainan anak.

3. Mengawasi komentar di video anak-anak

Tidak hanya video, YouTube juga akan mengawasi komentar-komentar yang ditinggalkan penontonnya. Pesan di kolom komentar yang tidak pantas dan ditujukan untuk anak-anak akan dihapus oleh YouTube.

4. Memahami konten lebih baik lagi

YouTube berharap banyak dari bantuan pengunjung untuk melaporkan video-video yang dianggap tak pantas untuk anak. Video yang diunggah ke YouTube sangat banyak dalam setiap harinya. Hampir tak mungkin YouTube bisa mengawasinya sendiri.

Oleh karena itu, semakin banyak trusted flaggers atau orang-orang yang menandai video-video berkedok 'ramah' anak, semakin memudahkan YouTube untuk mengawasi dan menghapusnya. Dengan begitu, video-video seperti yang terdapat di kanal"Toy Freaks" akan hilang perlahan di YouTube.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.