Menjajal LG V30 Plus, Ponsel Snapdragon 835 Pertama di Indonesia

Kompas.com - 13/12/2017, 11:29 WIB
LG V30 Plus dengan layar 6 inci, pas dalam genggaman.Reska K. Nistanto/KOMPAS.com LG V30 Plus dengan layar 6 inci, pas dalam genggaman.

JAKARTA, KOMPAS.com - Smartphone flagship Android LG V30 Plus mulai dijual resmi di Indonesia pada Desember 2017 ini. Smartphone ini digadang sebagai smartphone yang fokus pada multimedia, mengandalkan fitur kamera, audio, dan layar.

KompasTekno mendapat kesempatan memegang dan mencoba LG V30 Plus sebelum penjualan resmi dilakukan, yakni pada Selasa (12/12/2017) lalu di kantor LG Mobile Communication Indonesia di Jakarta.

Seperti apa kesan yang didapat saat menggenggam dan mengoperasikan LG V30? Berikut ulasannya.

Desain

Dari segi genggaman, LG V30 Plus terasa pas di telapak tangan, dengan ketebalan 7,3 mm, sedikit lebih tipis dari Galaxy S8 yang tebalnya 8 mm. LG V30 Plus juga terasa ringan digenggam, bobotnya mencapai 158 gram. Sebagai perbandingan, Galaxy S8 memiliki bobot 155 gram.

Sisi-sisi yang dibuat melengkung dan ujung yang membulat, menambah rasa nyaman LG V30 Plus dalam genggaman. Sasis (rangka) LG V30Plus berbahan aluminium, namun penutup belakangnya terbuat dari plastik dengan lapisan khusus, sehingga menyerupai seperti kaca.

Melihat LG V30 Plus pertama kali, kami sempat terkecoh oleh desain tepian layarnya. LG membuat ujung-ujung layar melengkung, bukan bersiku, sehingga jika dilihat dari samping akan memberi kesan seolah layar melengkung ala Edge di Samsung Galaxy.

LG V30 PlusReska K. Nistanto/KOMPAS.com LG V30 Plus
Menyentuh dan mengoperasikan antarmuka di layar smartphone terasa ringan dan cepat, kinerja ini didukung oleh hardware kelas atas, seperti chipset Snapdragon 835 dengan CPU octa-core, GPU Adreno 540, dan dukungan memori RAM 4 GB.

Untuk diketahui, LG V30 Plus adalah smartphone ber-chipset Snapdragon 835 pertama yang hadir resmi di Indonesia.

Layar dan multimedia

Panel layar P-OLED LG V30 Plus mendukung teknologi high dynamic range (HDR) yang membuat warna dan perbedaan gelap-terang terasa lebih kontras. Saat dilihat dari berbagai sisi pun, warna yang ditampilkan di layar tidak terlihat mengalami perubahan, atau menjadi gelap sebagian.

Layar LG V30 Plus belum menganut desain bezel-less, layaknya smartphone-smartphone flagship zaman kini. Sehingga sisi-sisi layar masih terlihat tebal. Namun saat layar dalam kondisi mati, wajah LG V30 Plus terlihat mulus dan rapih, karena tidak ada tombol fisik sama sekali.

Namun karena mengusung rasio layar 18:9, LG V30 Plus saat dipakai menonton video di YouTube yang kebanyakan masih beresolusi 16:9, sisi-sisi layar akan terpotong. Samsung memiliki fitur zoom untuk membuat video 16:9 tampil penuh di layar rasio 18,5:9 di Galaxy Note 8, meski cara ini membuat video terpotong (cropped).

KompasTekno tidak menemukan fitur zoom video ini saat menonton YouTube dengan LG V30. Belum diketahui apakah LG juga akan memberikan fitur ini sebagai update firmware atau tidak.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


EditorReza Wahyudi
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X