Xiaomi Rencanakan Bangun Pusat Riset di Indonesia

Kompas.com - 20/12/2017, 19:21 WIB
Pekerja di PT Satnusa Persada merakit smartphone Xiaomi Mi A1. David Oliver Purba/KOMPAS.comPekerja di PT Satnusa Persada merakit smartphone Xiaomi Mi A1.
Penulis Oik Yusuf
|
EditorReska K. Nistanto

JAKARTA, KOMPAS.com - Xiaomi makin serius di Indonesia. Sempat vakum selama lebih dari setahun, Xiaomi melakukan comeback pada 2017. Lalu pada kuartal 3 ini, Xiaomi berhasil masuk jajaran 5 besar vendor smartphone di Tanah Air, menurut data firma riset IDC.

CEO Xiaomi, Lei Jun pun mengutarakan keinginan pihaknya untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Salah satu cara realisasi yang tengah dipertimbangkan adalah dengan membangun pusat riset.

“Ini termasuk juga untuk pengembangan konten atau produk lokal di Indonesia,” ujar Jun dalam sesi wawancara, usai peluncuran Xiaomi Redmi 5A di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Menurut Jun, apabila nanti jadi dibangun, pusat riset Xiaomi akan menjadi tempat pengembangan teknologi. Sebagai perusahaan yang mengandalkan hal-hal inovatif, dia mengatakan Xiaomi menghargai hak kekayaan intelektual dan mengucurkan banyak dana untuk riset inovasi teknis.

CEO Xiaomi, Lei Jun mengenalkan Xiaomi Redmi 5A di hadapan jurnalis di Jakarta, Rabu (20/12/2017).Oik Yusuf/KOMPAS.com CEO Xiaomi, Lei Jun mengenalkan Xiaomi Redmi 5A di hadapan jurnalis di Jakarta, Rabu (20/12/2017).

Kendati demikian, Jun mengaku belum bisa mengungkapkan informasi lebih detail mengenai berapa persisnya nilai investasi yang tengah dipertimbangkan, ataupun mengenai rencana pembangunan pusat riset di Indonesia.

“Nilai yang pastinya sedang dibahas. Nanti kalau sudah dipastikan, akan kami sampaikan,” ujar Jun singkat.

Pasar penting

Indonesia di mata Xiaomi adalah wilayah pasar internasional yang paling penting, dalam upaya mengembangkan sayap ke luar China, negeri asalnya.

Jun mencontohkan keseriusan Xiaomi dengan meningkatkan jumlah tim Xiaomi di Indonesia, dari hanya sembilan orang tiga bulan lalu, kini bertambah menjadi 44 orang.

Selain Indonesia, Xiaomi juga jor-joran menggarap pasar India. Di pasar India, Xiaomi berhasil memepet Samsung sebagai pimpinan pasar smartphone dengan perolehan market share di kisaran 20 persen, menurut data firma riset pasar IDC kuartal III-2017.

Baca juga: Daftar 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia

Sementara itu, di Indonesia, Samsung masih memimpin dengan perolehan pangsa pasar 30 persen. Xiaomi duduk di urutan ke lima dengan market share 5,2 persen.

“Kami masuk ke pasar Indonesia dan berharap bisa berkembang dalam jangka panjang,” ujar Jun. “Karena itu kami butuh banyak tenaga kerja dan tenaga ahli dari Indonesia untuk bergabung dan membantu mewujudkan tujuan tersebut.”



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X