Alasan Vivo V9 di Indonesia Menggunakan Prosesor yang Lebih Rendah - Kompas.com

Alasan Vivo V9 di Indonesia Menggunakan Prosesor yang Lebih Rendah

Kompas.com - 30/03/2018, 11:29 WIB
Tampilan depan Vivo V9Wahyunanda Kusuma Pertiwi/Kompas.com Tampilan depan Vivo V9

KOMPAS.com - Smartphone anyar Vivo, V9 resmi meluncur di pasar Indonesia. Penerus Vivo V7 dan V7 Plus ini mendapat sejumlah peningkatan, seperti kamera ganda di punggung perangkat dan teknologi artificial intelligence (kecerdasan buatan/AI) untuk kamera depan dan belakang.

Namun, jika dilihat jeroannya, spesifikasi Vivo sedikit tak beranjak dari pendahulunya, terutama menyoal "otak" perangkat alias prosesor. Sama dengan seri sebelumnya, Vivo V9 masih mengandalkan chipset pabrikan Qualcomm, Snapdragon 450.

Hal ini menimbulkan pertanyaan bagi Vivo Fans di tanah air, sebab Vivo V9 di beberapa negara lain menggunakan prosesor dengan seri yang lebih tinggi, Snapdragon 626.

Terkait hal tersebut, General Manager Digital and Partnership Vivo, Fachryansyah Farandy membeberkan, jika pemilihan Snapdragon 450 di V9 berdasarkan riset pasar yang dilakukan Vivo di Indonesia.

"Di Indonesia, hasil riset yang kita dapatkan memang ada di seri 4 (Snapdargon seri 400)", jawab Fachry kepada media saat konferensi paska peluncuran Vivo V9.

Baca juga : Vivo V9 Resmi di Borobudur, Berkamera Ganda Banderol Rp 4 Juta

Fahcry mengatakan jika kebutuhan masing-masing negara memang berbeda-beda.

"Negara lain dengan Snapdragon yang lebih tinggi, tidak bisa disamakan level kebutuhannya", terang Fachry.

Tangkapan layar TKDN Vivo 1724 dan 1727 dari laman kementrian PerindustrianKemenperin Tangkapan layar TKDN Vivo 1724 dan 1727 dari laman kementrian Perindustrian

Pantauan KompasTekno, dalam sertifikasi ketentuan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian, terdapat dua tipe lain perangkat Vivo, yakni 1724 dan 1727.

Apakah salah satu perangkat tersebut akan hadir dengan peningkatan chipset, Vivo masih belum bersedia memberikan komentar.

Penggunaan Snapdragon 450, berkaitan dengan banderol harga, yang juga akan mempengaruhi target pasar Vivo V9.

Berkenaan dengan itu, secara tersirat, General Manager Brand and Activation Vivo, Edy Kusuma pun menjelaskan target pasar Vivo V9 beragam, termasuk masyarakat kelas menengah.

Hal itu merujuk pada strategi promosi masif, termasuk siaran langsung di 12 stasiun televisi.

"Kenapa ada Via Vallen yang bergenre dangdut, karena itu yang menjadi target kita, dan ke-12 stasiun TV ini mempunyai audience yang berbeda-beda. Kita sebagai perusahaan menjaga seluruh target tersebut", beber Edy.

Baca juga : Vivo V9 Diluncurkan di Borobudur, Xiaomi Bagikan Tutorial Matikan TV

Di Indonesia, Vivo V9 dijual Rp 4 juta yang tersedia dalam dua varian warna, gold black (hitam) dan gold. Smartphone ini mulai bisa dipesan, 29 Maret 2018 di toko online resmi Vivo Indonesia yakni, Lazada.id, JD.id, Shopee, AkuLaku.com, dan Dinomarket.



Close Ads X