Kementerian Kominfo Ikut Dorong UMKM untuk "Go Online"

Kompas.com - 24/04/2018, 13:19 WIB
Deklarasi gerakan UMKM Jualan Online untuk mendorong digitalisasi UMKM di Indonesia, diselenggarakan di Thamrin City, Selasa (24/4/2018). Yudha Pratama/KOMPAS.comDeklarasi gerakan UMKM Jualan Online untuk mendorong digitalisasi UMKM di Indonesia, diselenggarakan di Thamrin City, Selasa (24/4/2018).
|


JAKARTA, KOMPAS.com - Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah ( UMKM) di Indonesia dinilai punya potensi yang sangat besar. Bahkan setidaknya tercatat 88,8 persen UMKM memberi kontribusi ekonomi di ASEAN.

Untuk mengembangkannya, Kementerian Komunikasi dan Informatik ( Kominfo) beserta sejumlah e-commerce sepakat membuat inisiasi yang bertujuan mendorong UMKM untuk "Go Online".

Dalam inisiasi ini, Kementerian Kominfo menggandeng sebanyak enam marketplace terbesar di Indonesia yakni Blanja.com, Blibli.com, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan Tokopedia.

Dalam gerakan ini, para pelaku UMKM juga akan diberi serangkaian kegiatan serta pendampingan mulai dari onboarding atau beralih ke online, kemudian active selling, scale up business untuk membantu pengembangan pasar hingga gerakan go international.

Menurut Staff Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika Lis Sutjiati, dengan bergeraknya pelaku UMKM ke pasar digital, maka ada peluang besar untuk mengembangkan perekonomian Indonesia. Apalagi Indonesia memiliki target besar soal ekonomi digital untuk tahun 2020 mendatang.

"Dunia digital ini bisa membuka pasar baru yang sangat berkembang. Saat ini saja UMKM sudah berkontribusi lebih dari 68 persen bayangkan jika sudah go online," ungkap Lis dalam acara deklarasi gerakan UMKM Jualan Online di Thamrin City, Jakarta Pusat, Selasa (24/3/2018).

Ia menambahkan jika gerakan bersama ini terjalin dengan intens dan berkelanjutan, maka bukan tidak mungkin eksistensi Indonesia dalam perekonomian dunia menjadi lebih besar.

"Ini adalah gerakan nasional bersama. Ini adalah perayaan. Negara ini mendukung UMKM untuk menjadi pemain global," lanjut Lis.

UMKM memang boleh dibilang memiliki potensi yang kuat. Dari riset Mckinsey Institute tercatat ada 59,9 juta jumlah UMKM di Indonesia. Tak kurang dari jumlah tersebut pelaku UMKM memberi kontribusi sebesar 56 persen dari total perekonomian negara.

Namun sayangnya, dari jumlah yang hampir mencapai 60 juta tersebut baru 3,97 persen saja yang sudah merambah ranah digital. Angka inilah yang tengah digenjot pemerintah agar para pemain UMKM juga tidak tergerus oleh e-commerce besar yang mengincar pasar Indonesia.

"Kami harap seluruh UMKM bisa merambah ranah digital dan mendominasi pasar nasional. Kami harap secepatnya. Mungkin minimal sebelum 2020 kita bisa dapat 5 sampai 8 juta UMKM yang juga memanfaatkan platform digital," kata Lis.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X