Menyaksikan Ponsel Huawei Disiksa di Beijing

Kompas.com - 08/07/2018, 12:10 WIB
Smartphone Android Huawei Nova 2 Lite dibanderol Rp 2,5 juta di Indonesia. Yudha Pratama/KOMPAS.comSmartphone Android Huawei Nova 2 Lite dibanderol Rp 2,5 juta di Indonesia.

BEIJING, KOMPAS.com - Huawei memiliki cara tersendiri dalam menguji ketahanan dan kualitas telepon seluler yang diproduksinya sebelum dijual ke pasaran. Uji tersebut dilakukan di laboratorium pusat penelitian dan pengembangan produk atau Research and Development (R&D).

Huawei sendiri memiliki 284 laboratorium R&D dan 367 tempat tes perangkat dengan total luas 58.399 persegi. Di China, labaoratorium dan tempat tes ini berada di Beijing, Shanghai, Xian, dan Wuhan.

Pada Kamis (5/7/2017) kemarin, Kompas.com bersama jurnalis dan pegiat media sosial lainnya berkesempatan berkunjung ke laboratorium R&D di Beijing, ibu kota China. Acara APAC Media China Trip 2018 tersebut bertujuan untuk memperlihatkan fasilitas-fasilitas laboratorium yang dimiliki Huawei untuk menguji kualitas ponsel yang diproduksinya.

Namun selama tur kunjungan tersebut, tidak boleh ada dokumentasi di dalamnya. Sehingga foto-foto fasilitas R&D Huawei tidak bisa ditayangkan di sini.

Huawei memiliki lima fasilitas pengujian ponsel, yakni Automatic Test, Communication Test Lab, Realibility Lab, Antenna Lab dan Audio Lab. Semua fasilitas tersebut ditangani oleh mesin dan sedikit campur tangan manusia.

Misalnya, Automatic Test, adalah alat pengujian perangkat lunak ponsel Huawei. Alat ini digunakan untuk memastikan perangkat lunak di dalam ponsel bekerja dengan baik. Ada sejumlah layar monitor untuk memantau apakah bagian dalam ponsel itu bekerja dengan baik.

Salah satu pemandu menunjukkan contoh pengujian perangkat lunak ponsel. Salah satunya adalah tes fitur auto-rotate di ponsel.

Halaman depan gedung Lab R&D Huawei di Beijing, China.KOMPAS.com/ FARID ASSIFA Halaman depan gedung Lab R&D Huawei di Beijing, China.
Tes lainnya adalah menguji fungsi jaringan 2G, 3G, 4G dan CDMA. Tes ini dilakukan di Communication Test Lab. Di laboratorium yang luas ini terdapat deretan mesin dan alat uji coba komunikasi. Berbagai jaringan dari operator di seluruh dunia diuji di laboratorium ini, di antaranya Docomo, AT&T, LG dan Tele2.

"Tes ini untuk memastikan perangkat Huawei bisa mengakses jaringan global sehingga penggunannya bisa mengeksplorasi dunia," kata seorang pemandu.

Lalu tes fisik ponsel. Tes ini menjadi salah satu bagian penting dari uji tahan banting sebuah ponsel. Alat pertama yang ditunjukkan adalah mesin untuk memasukkan dan menguji jack audio.

Pemandu menyebutkan mesin ini bekerja selama 10.000 kali hanya untuk memasukkan dan mengeluarkan audio jack. Hal itu untuk menguji apakah audio ponsel masih bekerja dengan baik meski jack dicopot dan dipasang berkali-kali.

Lalu alat tes selanjutnya adalah untuk menguji ketahanan dan kelenturan ponsel. Mesin ini memelintir ponsel dengan menjepit kedua ujungnya. Hal ini dilakukan berkali-kali.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X