Tips Nge-charge Agar Baterai Ponsel Lebih Awet Halaman 2 - Kompas.com

Tips Nge-charge Agar Baterai Ponsel Lebih Awet

Kompas.com - 08/07/2018, 19:08 WIB
Huawei P20 Pro hanya memiliki sebuah port USB type-C yang diletakkan di antara grill speaker di bagian bawah (foto kiri). Apabila ingin menancapkan jack audio 3,5mm, pengguna harus memakai dongle USB type C ke audio 3,5mm yang disertakan dalam paket penjualan. Sisi kanan perangkat memuat tombol pengatur volume dn tombol daya yang ditandai garis berwarna merah.KOMPAS.com/ OIK YUSUF Huawei P20 Pro hanya memiliki sebuah port USB type-C yang diletakkan di antara grill speaker di bagian bawah (foto kiri). Apabila ingin menancapkan jack audio 3,5mm, pengguna harus memakai dongle USB type C ke audio 3,5mm yang disertakan dalam paket penjualan. Sisi kanan perangkat memuat tombol pengatur volume dn tombol daya yang ditandai garis berwarna merah.

Baca juga: Cara Menghemat Baterai Smartphone Selama Perjalanan Mudik

3. Hindari penurunan baterai secara drastis saat charging

Baterai yang terkuras secara drastis saat dicas disebut pula "parastic load". Kejadian ini biasa terjadi, ketika disaat bersamaan ponsel sedang diisi dan digunakan untuk mengoperasikan aplikasi yang boros baterai seperti bermain game atau menonton video.

Parastic load buruk bagi baterai karena dapat mendistorsi siklus charging atau pemutaran arus saat isi ulang. Apalagi jika parastic load terjadi saat baterai sudah terisi penuh. Maka akan menyebabkan tegangan-tegangan yang lebih tinggi dan menyebabkan baterai panas.

Untuk menghindari parastic load, satu-satunya cara yang masuk akal adalah, menon-aktifkan ponsel agar tidak ada aktivitas ponsel selain pengisian daya. Namun, jika memang butuh mengoperasikan ponsel saat dicas, gunakanlah sebutuhnya agar beban kerja ponsel lebih ringan.

4. Ingat, suhu tinggi adalah musuh baterai awet

Kunci utama untuk memperpanjang umur baterai adalah kontrol temperatur. Seperti halnya tegangan tinggi, temperatur tinggi akan menekan baterai dan membuat kapasitas baterai hilang dengan cepat dibanding menjaga ponsel dalam temperatur rendah.

Menjaga ponsel dalam suhu 25-30 derajat celsius akan menjaga kapasitas baterai di angka 80 persen. Jika menyimpannya dalam suhu 40 derajat celsius, maka kapasitas baterai akan terjaga 65 persen, dan di suhu 60 derajat celsius atau 140 fahrenheit hanya akan memperpendek usia baterai dalam tiga bulan.

Yang terburuk adalah, menyimpan ponsel dalam kondisi penuh di dalam suhu tinggi.
Jadi, hindari meletakan ponsel di bawah bantal di malam hari saat mengisi bateraniya semalaman. Hindari pula mengecas baterai di dalam dashbor mobil saat panas terik.

Teknologi pengisi daya cepat yang marak dibawa beberapa vendor saat ini juga cukup mempengaruhi. Sebab, arus dan tegangan yang lebih tinggi pasti menyebabkan perangkat lebih panas saat mengisi daya.

Jika menggunakan fast charger, maka gunakanlah secara efisien. Ada baiknya mengisi daya hanya 15 hingga 20 menit saja tanpa membiarkannya penuh. Dalam ukuran waktu tersebut, masalah overheating bisa dihindari, namun tidak dengan mengisi daya semalaman dengan fast charger.

Baca juga: "Wireless Charging" Bikin Baterai iPhone "Bocor"?

Praktik dan mitos-mitos untuk menjaga keawetan baterai masih banyak dilakukan.
Meski sebagian besar kebiasaan tersebut tidak akan berdampak negatif terhadap usia baterai dalam jangka waktu menengah.

Intinya, melakukan pengisian daya secara reguler saat daya tidak sepenuhnya kosong adalah yang wajib diingat.


Page:
Komentar
Close Ads X