Jack Dorsey Akui Twitter Belum Temukan Cara Basmi Hoaks dan Ujaran Kebencian

Kompas.com - 20/08/2018, 08:17 WIB
Co Founder sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey Business InsiderCo Founder sekaligus CEO Twitter Jack Dorsey

KOMPAS.com - Peredaran berita palsu (hoaks) di Twitter masih terus terjadi, bahkan semakin menjadi-jadi. Sang pendiri sekaligus CEO, Jack Dorsey, mengaku hingga kini belum menemukan solusi terbaik untuk masalah tersebut.

“Kami belum bisa secara tuntas memecahkan masalah ini. Namun kami sangat memperhatikan isu ini dan berupaya mempertanyakan berbagai kemungkinan jalan keluar,” kata dia.

Menurut Jack Dorsey, Twitter telah banyak berbenah dari waktu ke waktu, meski dampaknya memang belum terlalu terlihat. Ia pun tak menyangka perkembangan Twitter sangat cepat dan meluas, sehingga menimbulkan dampak-dampak negatif pula.

“Ketika kami mulai mendirikan Twitter 12 tahun lalu, kami tak terlalu memikirkan bagaimana dampak sebuah kicauan bisa sangat besar seperti hari ini,” ia menuturkan, dalam sebuah wawancara dengan CNN, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (20/8/2018).

Baca juga: Berantas Hoax di Indonesia, Twitter Butuh Bantuan Pengguna

Selain berita palsu, masalah lain yang terjadi di Twitter mencakup ujaran kebencian, SARA, hingga provokasi politik. Hal ini juga diakui Jack Dorsey masih terus dipelajari polanya dan mekanisme pemecahannya.

Ia mengatakan, Twitter enggan langsung menghapus sebuah akun ketika dinilai menyebarkan kebencian. Pasalnya, sebuah kicauan yang tak santun belum tentu mendefinisikan karakter sebuah akun sepenuhnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Sulit untuk menghimpun kepercayaan pengguna jika Twitter serta-merta memblokir akun berdasarkan kondisi perasaan dan kicauan mereka dari momen ke momen,” ia menjelaskan.

Menurut dia, yang semestinya dilakukan adalah mengamati pola perilaku akun dari waktu ke waktu. Akan tetapi, Jack Dorsey mengaku pihaknya belum memiliki sumber daya yang mumpuni untuk secara aktif melakukan tugas tersebut.

“Akan menghabiskan waktu berjam-jam melihat video, teks, dan konten secara detail untuk setiap akun yang ada di Twitter,” kata dia.

Secara keseluruhan, Jack Dorsey mengatakan pihaknya terus bekerja keras untuk memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh pengguna. Ia ingin platform-nya menjadi tempat untuk saling mendorong dan menginspirasi, bukan saling membenci dan menjatuhkan.

Video wawancara Jack Dorsey bisa ditonton di tautan berikut ini.

 



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X