Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Berantas "Hoax" di Indonesia, Twitter Butuh Bantuan Pengguna

Kompas.com - 11/01/2017, 12:48 WIB
Tim Cek Fakta

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyebaran berita hoax menjadi tantangan besar di era internet, ketika semua orang bebas bersuara dan membagi informasi secara real-time tanpa proses verifikasi. Masalahnya, berita hoax itu kerap bermuatan fitnah, sehingga memicu kebencian dan menimbulkan perpecahan.

Untuk itu pemerintah Indonesia tengah menggodok aturan khusus agar berita hoax tak lagi muncul di platform internet semacam Google, Twitter, Facebook, dkk. Salah satu poin aturannya merujuk pada hukuman denda untuk platform yang membiarkan berita hoax beredar di lamannya.

Saat dihubungi KompasTekno, Selasa (11/1/2017), Country Head Twitter Indonesia, Roy Simangunsong, belum bisa berkomentar soal wacana teranyar pemerintah ini. Meski demikian, ia mengatakan masalah hoax menjadi perhatian khusus Twitter dan masih terus didiskusikan.

Baca: Menkominfo Ajak Facebook dan Twitter Perangi Hoax di Indonesia

"Belum tahu sampai detail bagaimana. On going lah pembicaraan tersebut," kata Roy.

Butuh partisipasi pengguna

Twitter pun telah melakukan upaya awal untuk mereduksi penyebaran hoax, yakni dengan mekanisme pelaporan alias reporting. Dalam hal ini, kontribusi pengguna untuk turut memberantas hoax sangat dibutuhkan.

"Mekanisme pelaporan sudah disediakan dan kita harus saling menjaga kesatuan dan persatuan bangsa," tutur Roy.

Ketika mendapati berita bermuatan fitnah, menyebar kebencian, dan berpotensi sebagai hoax, pengguna diimbau untuk melaporkannya kepada Twitter. Platform tersebut akan me-review dan memutuskan apakah konten atau bahkan akun tertentu pantas dibekukan hingga tak bisa beroperasi.

Cara pelaporan terbilang sederhana, cukup klik simbol tiga titik di sisi bawah kanan kicauan, lalu pilih "report tweet".

Baca: Begini Cara Mengidentifikasi Berita Hoax di Internet

Ada beberapa alasan yang bisa dipilih, misalnya kicauan mengandung spam, menampilkan gambar sensitif, membahayakan, atau Anda tak tertarik. Belum ada opsi alasan "hoax" yang dicantumkan secara spesifik.

Mekanisme ini sejatinya juga sudah dilakukan platform lain seperti Google, Facebook, dan Instagram. Namun kenyataannya konten hoax belum maksimal direda.

Tanggung jawab dalam membuat konten

Menurut Roy, berita hoax bisa benar-benar steril dari Twitter jika pengguna sama-sama mewujudkannya. Sebab, Twitter hanya berperan sebagai wadah. Konten di dalamnya berasal dari pengguna.

"Para pengguna harus lebih bertanggung jawab dalam membagi atau membuat konten," ujarnya.

KompasTekno telah berupaya menghubungi Google Indonesia untuk menanggapi wacana denda yang dilontarkan pemerintah. Sama seperti Twitter, pihak Google masih enggan berkomentar.

Baca: Lingkaran Setan Situs Hoax dan Media Sosial

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Kenapa Tag GetContact Hilang atau Berkurang? Begini Penyebabnya

Software
Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Bos YouTube Peringatkan OpenAI soal Penggunaan Video untuk Latih Model AI

Internet
Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kenapa Kode QR WA Tidak Valid? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Software
HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

HP Realme GT Neo6 SE Resmi dengan Layar Lega dan Snapdragon 7 Plus Gen 3

Gadget
Spotify Bisa Bikin 'Playlist' Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Spotify Bisa Bikin "Playlist" Pakai AI, Tinggal Ketik Perintah

Software
Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Microsoft Tidak Akan Rilis Update jika Ada Aplikasi Ini di Windows 11

Software
Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Intel Umumkan Chip AI Gaudi 3, Klaim Lebih Kencang dari Nvidia H100

Hardware
Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Kenapa Nomor Telepon Tidak Bisa Daftar WhatsApp? Begini Penjelasannya

Software
2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

2 Cara Mencari Judul Lagu dengan Suara di Google, Mudah dan Praktis

Software
3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

3 HP Klasik Nokia Dirilis Ulang dengan Upgrade, Ada Seri 6310

Gadget
Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Fitur Passkey X Twitter Rilis Global, Pengguna di iPad dan iPhone Bisa Login Tanpa Password

Software
TikTok Notes, Inikah Aplikasi 'Pembunuh' Instagram?

TikTok Notes, Inikah Aplikasi "Pembunuh" Instagram?

Software
Fitur AI 'Circle to Search' Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Fitur AI "Circle to Search" Kini Bisa Terjemahkan Kalimat Instan

Software
Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Xiaomi Redmi Pad Pro Meluncur, Tablet 12 Inci dengan Snapdragon 7s Gen 2

Gadget
Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

Cara Beli Tiket Bioskop Online dengan Mudah buat Nonton Film Saat Libur Lebaran 2024

e-Business
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com