Apple Ingin iPhone Bisa Dimiliki Semua Orang - Kompas.com

Apple Ingin iPhone Bisa Dimiliki Semua Orang

Kompas.com - 15/09/2018, 15:34 WIB
CEO Apple, Tim Cook saat peluncuran iPhone XR.Istimewa CEO Apple, Tim Cook saat peluncuran iPhone XR.

KOMPAS.com - Apple agaknya kurang puas hanya mendominasi segmen kelas atas. Pada gelaran akbarnya 12 September lalu, Apple tak cuma menghadirkan perangkat premium iPhone XS dan XS Max, tetapi lini terjangkau yang dinamai iPhone XR.

"Kami ingin melayani semua orang," ujarnya CEO Apple, Tim Cook.

"Kami paham ada banyak kategori pengguna dan banyak rentang harga yang sesuai dengan masing-masing orang," ia menambahkan.

Karena itu, iPhone XR dengan layar LCD dirancang untuk pasar kelas menengah ke bawah. Harganya lebih rendah dari perkiraan analis, yakni mulai 749 dollar AS atau setara Rp 11 jutaan.

Memang masih terhitung mahal jika dibandingkan ponsel-ponsel keluaran pabrikan China yang umumnya di kisaran Rp 2 jutaan hingga Rp 6 jutaan. Kendati begitu, untuk merek Apple, upaya penurunan harga ini bisa dibilang masif.

Selain itu, Apple juga memangkas harga untuk lini-lini lawasnya sekitar 100 dollar AS (Rp 1,4 jutaan) dari harga semula.

Baca juga: Tombol Home iPhone, Riwayatmu Kini

iPhone 7 kini dipatok mulai 449 dollar AS (Rp 6,6 jutaan), sementara varian Plus mulai 569 dollar AS (Rp 8,4 jutaan).

Model yang lebih baru, iPhone 8, kini dihargai 599 dollar AS (Rp 8,9 jutaan). Lantas varian Plus-nya mulai 699 dollar AS (Rp 10,3 jutaan).

Untuk segmen premium, Apple tetap percaya diri menghadirkan perangkat dengan harga menguras kantong. iPhone XS dengan layar OLED 5,8 inci dihargai mulai 999 dollar AS (Rp 14,7 jutaan).

Varian Max dengan layar OLED 6,5 inci dibanderol dengan harga terbilang tinggi, mulai 1.099 dollar AS (Rp 15,8 jutaan). Lini ini adalah iPhone dengan layar paling lebar yang pernah diluncurkan Apple.

Menurut Tim Cook, selama pihaknya memberikan inovasi dan nilai bagi pengguna, pasti ada segmen masyarakat yang berani bayar mahal, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Sabtu (15/9/2018), dari NikkeiAsia.

"Untuk kami, ada kelompok masyarakat yang pas untuk bisnis kami," ujarnya.


Komentar
Close Ads X