Kompas.com - 18/10/2018, 12:24 WIB
Ilustrasi Twitter IstIlustrasi Twitter
|

KOMPAS.com - Berhati-hatilah jika Anda berkicau di Twitter. Pasalnya jika kicauan Anda melanggar aturan, Twitter akan menandainya meski kicauan tersebut telah dihapus.

Tanda tersebut akan muncul setelah pengguna menghapus kicauan yang terindikasi melanggar aturan atau dilaporkan oleh pengguna lain.

Tanda tersebut berupa tulisan yang menyatakan bahwa kicauan bersangkutan melanggar aturan dan disertai dengan tautan yang menuju halaman panduan konten Twitter.

Tanda kicauan yang melanggar aturan.Twitter Tanda kicauan yang melanggar aturan.
Menurut pihak Twitter, fitur ini dibuat sebagai bentuk transparasi pada pengguna. Sehingga ketika ada pengguna yang menghapus kicauan karena melanggar aturan, publik pun akan tahu meski tak dapat melihat secara detail apa isi kicauan tersebut.

Dikutip KompasTekno dari blog resmi Twitter, Kamis (18/10/2018), tanda ini hanya akan terlihat selama 14 hari sejak kicauan tersebut dihapus. Setelah lebih dari 14 hari, tanda tersebut akan hilang.

"Ini adalah langkah-langkah yang kami ambil untuk membuat Anda tetap aman, tetap menjadi salah satu prioritas utama kami. Kami berharap perubahan ini membawa lebih banyak kejelasan tentang bagaimana dan kapan kami menegakkan peraturan kami," tulis Twitter lewat blog resminya.

Twitter saat ini memang masih bergulat untuk menemukan cara bagaimana agar tetap menjadi media sosial yang menjunjung kebebasan berpendapat namun tidak menjadi ujaran kebencian.

Baca juga: Gadis Ini Gagal Kerja di NASA Karena Berkata Kasar di Twitter

CEO Twitter Jack Dorsey pun membenarkan bahwa Twitter memang ingin tetap menjadi sarana di mana publik bisa bebas berpendapat. Tapi Twitter pun tak ingin disalahgunakan untuk menyebar kebencian dan kabar hoaks.

"Kami hanya bisa berdiri untuk kebebasan berekspresi jika orang merasa aman untuk mengekspresikan diri mereka," ungkapnya.

Baca juga: Cara Cepat Menghapus Kicauan Lama di Twitter

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.