Draft Aturan Keamanan Siber di Thailand Picu Kontroversi

Kompas.com - 19/11/2018, 18:15 WIB
Ilustrasi keamanan siber SHUTTERSTOCKIlustrasi keamanan siber

KOMPAS.com - Pemerintah Thailand tengah menyusun regulasi keamanan siber (cybersecurity) yang belakangan memicu kontroversi. Drafnya dianggap terlalu menguatkan posisi pemerintah dan melemahkan privasi masyarakat.

Salah satu poin dari regulasi itu adalah pembentukan National Cybersecurity Committee (NCSG). Tim khusus ini diberi otoritas untuk mengakses komputer individu atau perusahaan, serta menyalin informasi di dalamnya.

Bahkan, NCSG boleh meminta individu atau perusahaan untuk menyerahkan informasi pihak lain yang mereka pegang. Kewenangan NCSG semakin absolut, sebab tindakannya tak membutuhkan perintah pengadilan terlebih dahulu.

Para aktivis dan perusahaan internet mengecam draf tersebut. Menurut mereka, regulasi cybersecurity tak boleh mengorbankan privasi, kebebasan sipil, dan aturan yang berlaku sebelumnya.

US-ASEAN Business Council dan Asia Internet Coalition (AIC) merupakan dua kelompok yang bersuara paling lantang. Keduanya beranggotakan raksasa internet seperti Google, Apple, Facebook, dan Amazon.

“Regulasi ini bisa mendorong perusahaan internet angkat kaki dari Thailand,” begitu pernyataan resmi dari AIC.

Baca juga: Soal Keamanan Cyber, Indonesia Masih Jadi Korban Bully

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untungnya, pemerintah mau berkompromi dan merevisi drafnya. Setidaknya begitu yang diungkap Deputy Permanent Secretary of the Ministry of Digital Economy Thailand, Somsak Khaosuwan.

“Regulasi akan mengikuti standar internasional. Tim kami yang menggarap regulasi ini tentu akan menyimak isu yang tengah berkembang,” ia menuturkan.

Negara sensor

Para aktivis juga khawatir regulasi cybersecurity bakal menegaskan rezim penyensoran di Thailand. Pasalnya, saat ini saja penyensoran sudah jadi makanan sehari-hari di negeri serumpun tersebut.

Halaman:


Sumber Reuters
Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X