Gara-gara "Bug", Pesan Lama Bermunculan di Facebook Messenger - Kompas.com

Gara-gara "Bug", Pesan Lama Bermunculan di Facebook Messenger

Kompas.com - 28/11/2018, 14:29 WIB
Facebook MessengerAndroid Police Facebook Messenger

KOMPAS.com - Awal pekan ini, pengguna Facebook berbondong-bondong melaporkan keganjalan pada layanan pesan singkat Messenger. Pesan lawas yang sudah terkubur selama bertahun-tahun mendadak muncul kembali sebagai pesan baru (unread message).

Sebagian pengguna mengeluh, sebab ada pesan-pesan lama yang sejatinya tak ingin ditengok kembali. Misalnya obrolan dengan mantan pacar, anggota keluarga yang hubungannya sudah renggang, hingga teman yang telah meninggal dunia.

Pesan lawas itu sebenarnya bisa langsung dihapus tanpa perlu dibuka kembali. Namun, terkadang hanya dengan melihat nama pengirim saja sudah membuat memori melanglang buana ke masa lalu.

Baca juga: Pesan Terkirim di Messenger Kini Bisa Dihapus

Setelah diselidiki, ternyata ada bug dari sebuah update yang menyebabkan pesan-pesan lama kembali muncul di Messenger. Selain meminta maaf, juru bicara Facebook menyatakan pihaknya bergerak cepat untuk menuntaskan masalah yang terjadi.


“Kini bug yang disebabkan pembaruan software telah diperbaiki,” kata sang juru bicara, sebagaimana dikutip KompasTekno, Rabu (28/11/2018), dari TheVerge.

Ini bukan pertama kalinya Facebook membuka luka lama penggunanya. Pada 2015 lalu, fitur “On This Day” sempat menuai kontroversi.

Algoritma Facebook kala itu belum bisa membedakan memori bermuatan positif dan tragedi yang tak perlu diingatkan kembali. Laporan pertama kali datang dari seorang pengguna bernama Sean Forbes.

Ia menuliskan surat duka ke sahabatnya, Jessie Barton, melalui wall Facebook pada 2012. Isinya berupa obituari singkat pasca sang sahabat yang ia kenal selama 12 tahun meninggal karena bunuh diri.

Tiga tahun kemudian, pada 2015, Facebook menampilkan kembali postingan tersebud dan memberikan ucapan selamat kepada Sean Forbes. Sang empunya posting pun geram dan mengatakan “Tak semua memori perlu dirayakan!”.



Close Ads X