Di Singapura, Go-Jek Usung Nama "Gojek" dan Bisa Bayar Pakai Kartu Kredit - Kompas.com

Di Singapura, Go-Jek Usung Nama "Gojek" dan Bisa Bayar Pakai Kartu Kredit

Kompas.com - 30/11/2018, 13:22 WIB
Potongan video promosional Go-Jek untuk aplikasinya di Singapura.Go-Jek/ YouTube Potongan video promosional Go-Jek untuk aplikasinya di Singapura.

KOMPAS.com - Pada Kamis (29/11/2018), aplikasi Go-Jek akhirnya mulai bisa diunduh oleh warga Singapura, lewat toko aplikasi iOS dan Android.

Bersamaan dengan itu, Go-Jek turut merilis sebuah video promosi di YouTube, berisi panduan penggunaan aplikasinya yang saat ini masih berada dalam tahap beta.

Dalam video, Go-Jek menunjukkan cara memesan layanan transportasi ride sharing roda empat, berikut metode menentukan titik penjemputan dan tujuan. Metode pembayaran yang disediakan terlihat bisa memakai kartu kredit.

Tampak bahwa Go-Jek menggunakan branding yang sedikit berbeda dalam video.

Alih-alih “Go-Jek”, di aplikasi Go-Jek versi Singapura tertulis nama “Gojek” tanpa dipisahkan oleh karakter dash ataupun logo sepeda motor, seperti dalam aplikasinya di Indonesia.

Baca juga: Go-Jek Meluncur di Singapura

Mungkin hal ini dikarenakan sepeda motor memang tidak diizinkan sebagai alat transportasi umum di Singapura. Dalam video promosinya, layanan ride sharing yang dipesan pun berbasis kendaraan roda empat (Go-Car).

Penulisan brand Go-Car dalam aplikasi Go-Jek versi Singapura terlihat masih menggunakan karakter dash seperti sebelumnya.

Masih dari video, layanan yang tersedia di Go-Jek versi Singapura -setidaknya untuk saat ini- baru ride sharing Go-Car saja.

Belum diketahui kapan layanan-layanan lain seperti antar makanan Go-Food, kurir Go-Send, dan e-payment Go-Pay akan menyusul.

Video promosional Go-Jek Singapura selengkapnya bisa dilihat di tautan berikut ini.

Baca juga: Berapa Jumlah Pengguna dan Pengemudi Go-Jek?

“Waiting list” dan tarif

Kendati sudah bisa diunduh, tak semua calon pengguna Go-Jek di Singapura bisa langsung menjajal layanan perusahaan startup unicorn asal Indonesia tersebut.

Selagi masih berada dalam tahap beta (uji coba), Go-Jek kabarnya memang memberlakukan sistem “waiting list” untuk menyeimbangkan jumlah permintaan pelanggan dengan ketersediaan driver.

Sumber KompasTekno di Singapura mengirimkan screenshot aplikasi Go-Jek yang menyatakan bahwa ia sudah termasuk dalam antrean waitlist.

Khusus anggota DBS card akan diprioritaskan dalam antrean, karena Go-Jek menggulirkan layanannya di Singapura lewat kerja sama pembayaran dengan DBS Bank.

Screenshot aplikasi Go-Jek di Singapura saat calon pengguna masih berada dalam antrean daftar tungu untuk menjajal layanan.KOMPAS.com/ RESKA KOKO NISTANTO Screenshot aplikasi Go-Jek di Singapura saat calon pengguna masih berada dalam antrean daftar tungu untuk menjajal layanan.
Go-Jek akan memberikan notifikasi begitu pengguna sudah bisa menggunakan layanan dalam aplikasi. Ada juga voucher potongan harga senilai 5 dollar Singapura untuk 2 perjalanan.

Dalam pemberitaan sebelumnya yang dirangkum KompasTekno dari Straits Times, Go-Jek menerapkan tarif dasar (Go-Car) sebesar 2,7 dollar Singapura, lalu berlanjut 65 sen per kilometer.

Harga itu lebih tinggi dari pesaing Go-Jek, Grab, yang menerapkan tarif dasar 2,5 dollar Singapura dan 50 sen per kilometer, berikut tarif tunggu 16 sen per menit.

Selama masa beta, tarif Go-Jek di Singapura berlaku sama sepanjang hari, tanpa peningkatan harga di jam sibuk (surge pricing).

Untuk sementara, layanan Go-Jek masih terbatas  hanya di bagian timur Singapura, mencakup Central Business District, Jurong East, Changi, Pungol, Ang Mo Kio, dan Sentosa.



Close Ads X