Vendor Ponsel China Kuasai Lebih dari Separuh Pangsa Pasar Indonesia

Kompas.com - 20/12/2018, 10:04 WIB
Pengguna Kereta Rel Listrik mengoperasikan telepon genggam mereka saat menunggu datangnya kereta di peron Stasiun Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.KOMPAS / WISNU WIDIANTORO Pengguna Kereta Rel Listrik mengoperasikan telepon genggam mereka saat menunggu datangnya kereta di peron Stasiun Sudirman, Dukuh Atas, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu.

KOMPAS.com - Vendor smartphone asal China, Vivo, Oppo, dan Xioami terus merangsek pasar Indonesia pada kuartal III-2018. Firma riset IDC Indonesia mencatat ketiga vendor tersebut mencaplok 56 persen pangsa pasar di Indonesia.

Sementara itu, vendor asal Korea Selatan, Samsung, masih merajai pasar Indonesia dengan persentase 28 persen. Porsi Samsung  terpaut 4 persen dari Xiaomi yang menduduki peringkat kedua, menggeser Oppo di periode yang sama tahun lalu.

Oppo sendiri turun ke posisi ketiga dengan pangsa pasar 19 persen, dibanding kuartal III-2017 yang meraih 25,5 persen. Merek ponsel lokal Advan terhimpit dengan pasa vendor China.

Tahun lalu, Advan masih mampu menjadi tiga besar merek besar smartphone di Indonesia. Namun kini ia terhempas ke posisi lima dengan persentase 5 persen, di bawah Vivo di peringkat keempat dengan persentase 11 persen.

Lima vendor smartphone yang menguasai pangsa pasar IndonesiaIDC Indonesia/Twitter Lima vendor smartphone yang menguasai pangsa pasar Indonesia

Risky Febrian, analis dari IDC Indonesia mengatakan bahwa ada kekhawatiran dari para pelaku industri ponsel lokal terhadap dampak dari depresiasi mata uang lokal.

"Merek lokal mengurangi pasokan persediaan untuk meminimalisir risiko kehilangan profit, setelah mengantisipasi perlambatan penjualan," jelasnya melalui akun Twitter.

Beberapa vendor China melakukan penetrasi di segmen Ultra-low-end atau smartphone dengan harga di bawah 100 dollar AS atau Rp 1,4 juta.

IDC menyebut bahwa Xiaomi sangat agresif di segmen ini sehingga mamacu vendor lain seperti Oppo dan Samsung yang ikut bergelut di segmen tersebut.

Hal ini berdampak pada merek lokal, seperti Advan dan Evercoss yang mengandalkan segmen ultra-low-end. Menanggapi kompetisi yang sulit, merek lokal terus menjajaki cara lain untuk tetap bertahan.

Baca juga: Daftar 5 Besar Merek Smartphone di Indonesia

Salah satunya dengan kolaborasi seperti yang dilakukan Evercoss dan XL, atau memberikan penawaran khusus sebagai upaya marketing campaign seperti yang dilakukan Advan.

Secara total, IDC Indonesia mencatat pengiriman smartphone di Indonesia mencapai 8,6 juta unit pada kuartal III-2018. Jumlah ini menurun 9 persen dari kuartal ke kuartal (QoQ), namun tumbuh 18 persen dari tahun ke tahun (YoY).



Close Ads X