Begini Nasib Pria yang Jual Ginjal demi iPhone 4

Kompas.com - 31/12/2018, 11:12 WIB
Xiao Wang, pria asal China (24) harus menjalani sisa hidupnya dengan perawatan cuci darah setelah tujuh tahun lalu menual ginjalnya demi sebuha iPhone 4. iDrop NewsXiao Wang, pria asal China (24) harus menjalani sisa hidupnya dengan perawatan cuci darah setelah tujuh tahun lalu menual ginjalnya demi sebuha iPhone 4.

KOMPAS.com - iPhone menjadi salah satu perangkat yang dibanderol sangat tinggi dibanding ponsel lain. Inilah yang menjadi salah satu faktor ponsel ini menjadi ukuran status sosial di beberapa negara.

Tak ayal, beberapa orang rela melakukan segala cara untuk mendapatkan sebongkah iPhone demi mendapat label sosial kelas "atas". Salah satunya pernah dilakukan pria asal China bernama Xiao Wang (24).

Pada 2011 lalu, Wang nekat menjual salah satu organ ginjalnya demi membeli iPhone 4 yang kala itu dijual mulai dari harga 399 dollar AS untuk model 16 GB dan 499 dollar AS untuk versi 32 GB.

Saat itu , Wang masih berusia 17 tahun. Ia sangat menginginkan iPhone 4 karena kabarnya, di sekolah Wang, siapa pun yang memiliki iPhone akan dianggap "keren" meski sekarang justru terdengar kuno.

Baca juga: Setahun Tenggelam di Danau, iPhone 4 Masih Hidup

Meski orangtua Wang menolak membelikan iPhone 4 karena keterbatasan ekonomi, nyatanya Wang memiliki cara lain demi mewujudkannya. Dilaporkan Phone Arena, sebagaimana KompasTekno rangkum Senin (31/12/2018), Wang mendapat informasi bahwa ia tetap akan bisa hidup dengan hanya satu ginjal di tubuhnya.

"Satu ginjal saja cukup bagi saya, kenapa harus punya satu lagi? Mengapa tidak saya jual saja?" cerita Wang.

Kemudian, Wang pergi ke salah satu rumah sakit "abal-abal" untuk mengambil ginjalnya. Seorang arbiter rumah sakit tersebut mengatakan bahwa Wang akan hidup normal kembali setelah pemulihan selama satu minggu.

Ginjal Wang dijual dengan harga 22.000 yuan atau 3.200 dollar AS saat itu. Jumlah itu lebih dari cukup untuk membeli satu unit iPhone 4. Sayangnya, apa yang dikatakan arbiter tadi justru tidak terjadi.

Rumah sakit tempatnya mengekstrasi ginjal tidak memiliki sanitasi yang baik dan menyebabkan infeksi pada luka operasi. Bukannya membaik seperti yang dijanjikan, kondisi Wang justru semakin memburuk akibat infeksi tersebut.

Baca juga: Warga China Berencana Jual Ginjal demi iPhone 6S

Sejak saat itu, Wang harus menjalani perawatan di rumah sakit yang bonafide. Ginjal tunggalnya semakin memburuk, membuat Wang tidak bisa beraktivitas. Sehingga, selama tujuh tahun, Wang harus menghabiskan waktunya tidur di atas kasur.

Namun tak hanya Wang yang menderita. Keluarganya pun mengalami krisis keuangan demi menutup biaya perawatan cuci darah yang tinggi.

Sementara itu, arbiter dan rumah sakit tempat Wang mengekstrasi ginjal telah diseret ke pengadilan. Keluarga Wang dilaporkan telah menerima uang kompensasi yang disebut cukup oleh rumah sakit.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X