Huawei Yakin Pasaran Ponsel Kelas Atas di Indonesia Bakal Terus Tumbuh - Kompas.com

Huawei Yakin Pasaran Ponsel Kelas Atas di Indonesia Bakal Terus Tumbuh

Kompas.com - 29/01/2019, 15:31 WIB
Huawei Mate 20 (kiri) dan Mate 20 Pro.Huawei Huawei Mate 20 (kiri) dan Mate 20 Pro.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pasaran smartphone Indonesia didominasi oleh produk kelas menengah dan bawah. Meski demikian, Huawei justru memantapkan diri mengincar segmen atas.

Alasannya diutarakan oleh Jim Xu, Vice President Huawei Consumer Business Group, yang mengatakan bahwa kondisi pasar ponsel di Indonesia sangat dinamis.

Dia meyakini, konsumen ponsel kelas menengah dan atas di Indonesia akan terus bertambah banyak. Karena inilah Huawei lebih memilih fokus ke segmen menengah-atas ketimbang paapan bawah.

"Meski secara global kondisi pasar smartphone terus turun, ada beberapa negara yang masih 'booming' seperti di Indonesia," ungkap Jim kepada KompasTekno dalam sebuah diskusi di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (29/1/2019).

Baca juga: Resmi Masuk Indonesia, Ini Harga Huawei Mate 20 dan Mate 20 Pro

"Kami yakin pasaran Indonesia ini dinamis serta konsumen perangkat segmen menengah dan atas akan terus meningkat," imbuh dia.

Di Indonesia, Huawei memiliki sejumlah produk ponsel kelas atas, seperti Mate 20 dan Mate 20 Pro yang baru-baru ini dirilis dengan banderol harga mencapai belasan juta rupiah.

Huawei Indonesia mengandalkan seri Nova di papan tengah, sementara di segmen bawah ada model Y7 yang meluncur awal tahun ini.

Belum lima besar

Jim melanjutkan, di beberapa negara, tidak sedikit konsumen yang kerap memperbarui ponselnya dengan model lebih baru yang memiliki spesifikasi yang lebih tinggi.

Bahkan, menurut dia saat ini usia pemakaian smartphone hanya sekitar satu atau dua tahun saja.

"Orang menggunakan smartphone itu satu atau dua tahun, kemudian ingin ganti ke yang lebih tinggi. Konsumen ingin upgrade dan itu terjadi di berbagai negara," lanjutnya.

Selain itu, menyadari brand Huawei yang masih lemah di mata konsumen Indonesia, Jim mengatakan bahwa produk flagship atau kelas atas akan menjadi salah satu jalan untuk memperkuat image Huawei di Tanah Air.

Baca juga: Huawei Y7 Pro (2019) Meluncur, Harga Rp 2,5 Juta

Pasalnya menurut Jim, Huawei memiliki diferensiasi yang menyolok ketimbang brand lain pada segmen ponsel kelas atas.

"Kami tahu beberapa brand kuat di Indonesia. Kami akan bawa flagship ke sini dan beri perbedaan," ungkap Jim.

Huawei sendiri kini sudah menjadi pabrikan smartphone terbesar kedua di dunia, setelah menumbangkan Apple yang sebelumnya berada di posisi tersebut.

Namun, di Indonesia, berdasarkan laporan firma riset pasar IDC untuk kuartal ketiga 2018, Huawei masih belum bisa menembus 5 besar pabrikan smartphone.



Close Ads X