Demi iPhone, Google Bayar Apple Rp 140 Triliun

Kompas.com - 14/02/2019, 15:21 WIB
Google Search Mobile.Business Insider Google Search Mobile.

KOMPAS.com - Pendapatan Apple dari layanan non-hardware tumbuh signifikan sepanjang 2018 dan diramalkan bakal terus menanjak tahun ini.

Lebih dari seperlima pendapatan Apple di sektor itu diprediksi berasal dari Google. Jika dirinci dalam angka, nilainya berkisar antara 9 hingga 10 miliar dollar AS (Rp 126 hingga 140 triliun). Setidaknya begitu menurut estimasi dari firma sekuritas Goldman Sachs.

Uang berjumlah besar tersebut merupakan biaya traffic acquisition cost (TAC) yang dibayarkan Google ke Apple untuk mendapatkan trafik ke situsnya.

Baca juga: Google Terpaksa Tidak Gratiskan Gmail, Chrome, dan Play Store di Eropa

Dalam hal ini, trafik Google berasal dari mesin pencarinya yang digunakan sebagai search engine bawaan di perangkat iOS seperti iPhone dan iPad.

Apple merupakan salah satu channel yang berkontribusi paling besar terhadap trafik ke layanan mesin pencari Google. Hampir setengah dari pendapatan mobile Google berasal dari para pengguna iOS.

Dengan membayar TAC, Google pun mendapat trafik dari para pengguna iPhone yang jumlahnya mencapai ratusan juta.

Baca juga: Apple Klaim Ada 900 Juta iPhone Aktif di Seluruh Dunia

Sementara, Apple mendapat tambahan duit ratusan triliun rupiah yang hampir sepenuhnya merupakan profit, untuk ditambahkan ke daftar laba dari layanan non-hardware.

Meski kedua pihak terkesan sama-sama diuntungkan, Apple sebenarnya memiliki posisi di atas angin.

Pabrikan asal Cupertino tersebut bisa saja menaikkan biaya TAC. Google pun mau tak mau harus membayar lebih kalau masih ingin mesin pencarinya hadir di iPhone dan perangkat iOS lain.

Apabila Google menolak membayar TAC, Apple tinggal main mata ke perusahaan search engine kompetitor, misalnya Microsoft yang memiliki mesin pencari Bing, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Phone Arena, Kamis (14/2/2019).




Close Ads X