3 Keterampilan yang Dibutuhkan di Era Kecerdasan Buatan

Kompas.com - 12/03/2019, 19:15 WIB
Artificial Intelligence science.dodlive.milArtificial Intelligence

JAKARTA,KOMPAS.com - Adopsi teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence ( AI) di Indonesia masih minim. Setidaknya begitu menurut survei terbaru yang diadakan Microsoft bersama dengan IDC, dalam laporan bertajuk "Future Ready Business: Assessing Asia Pasific's Growth Potential Through AI".

Dalam laporan tersebut, hanya 14 persen perusahaan di Indonesia yang telah totalitas mengadopsi AI. Namun bukan berarti perkembangannya akan stagnan, justru diproyeksikan makin pesat.

Presiden Direktur Microsoft Indonesia, Haris Izmee, mengatakan bahwa dalam tiga tahun mendatang, produktivitas dan inovasi pekerja di Indonesia akan tumbuh sekitar dua kali lipat berkat adopsi AI di banyak perusahaan.

"Jika dibandingkan dengan negara kawasan Asia Pasifik dengan nilai 42 persen, Indonesia memiliki nilai perbaikan inovasi sebesar 57 persen di tahun 2021," jelas Haris dalam
acara temu media di Jakarta, Selasa (12/3/2019).

Baca juga: Microsoft Sebut Implementasi AI di Indonesia Masih Minim

"Sedangkan produktivitas karyawan di tahun yang sama, Indonesia akan memiliki nilai sebesar 46 persen, atau 10 persen lebih tinggi dari nilai negara kawasan Asia Pasifik sebesar 36 persen," imbuhnya.

3 keterampilan

Di era serba AI, Haris menyebut ada tiga keterampilan utama yang dibutuhkan Indonesia. Pertama adalah soft skill. Di masa yang akan datang, soft skill akan lebih banyak dibutuhkan ketimbang keterampilan teknologi, seperti keterampilan teknis atau riset dan pengembangan.

"Maksud kami disini bukan berarti keterampilan teknologi tidak penting. Sama pentingnya,  tapi lebih banyak ke soft skill," ujarnya.

Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft IndonesiaKOMPAS.com/Wahyunanda Kusuma Pertiwi Haris Izmee, Presiden Direktur Microsoft Indonesia
Ia menambahkan adopsi AI tidak semata-mata menyerahkan pada teknologi saja, tapi masih membutuhkan peran manusia di dalamnya yakni dengan kemampuan softskill. Soft skill pertama yang harus dimiliki adalah kepemimpinan (leadership) dan manajemen.

Baca juga: Bukan Mengurangi, Kecerdasan Buatan Justru Menambah Pekerjaan

"People management itu adalah bagian dari sifat manusia untuk mengadopsi AI. Jadi itu bukan pekerjaan yang bisa dilakukan robot," jelasnya.

Kedua adalah kreativitas dan inisiatif. Ini dibutuhkan untuk beradaptasi dengan lanskap bisnis di masa yang akan datang, bagaimana para pelaku bisnis mengupayakan ekspansi bisnisnya lebih luas.

Ketiga, keterampilan yang disebutkan Haris adalah keterampilan analisis kuantitatif, untuk membaca segala informasi yang dibutuhkan secara strategis.

Haris juga mengatakan bahwa keterampilan yang paling banyak dicari ke depan adalah mereka yang mampu terus menerus belajar dan beradaptasi di berbagai kondisi pasar.

keterampilan-keterampilan ini akan menggeser keterampilan manual lama yang dulu banyak dibutuhkan. Misalnya kemampuan mekanis, memasukan dan memproses data, literasi, dan berhitung.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

S Pen Kini Hadir Di Galaxy S21 Ultra, Bagaimana Nasib Galaxy Note?

Gadget
Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Membandingkan Samsung Galaxy S21 Ultra dan S20 Ultra, Apa Saja Bedanya?

Gadget
Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Ini Smartphone Terjangkau Terbaik untuk Sekolah dari Rumah Menurut Survei Pop ID

Gadget
Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Harga Charger Orisinal Samsung Galaxy S21 di Indonesia Jika Dibeli Terpisah

Gadget
Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Pesan Berantai Ajak Pengguna WhatsApp Beralih ke Aplikasi Lain, Haruskah Diikuti?

Software
Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Ini Beda Spesifikasi Samsung Galaxy S21, Galaxy S21 Plus, dan Galaxy S21 Ultra

Gadget
'Star Wars Battlefront II' Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

"Star Wars Battlefront II" Bisa Diunduh Gratis di Epic Games Store, Begini Caranya

Software
Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

Gempa Majene, Menara BTS Operator Seluler Kehilangan Pasokan Listrik PLN

e-Business
Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Data Ratusan Juta Pengguna Instagram, Facebook, dan LinkedIn Bocor

Internet
Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Qualcomm Caplok Startup Milik Perancang Chip Apple, Android Bakal Kalahkan iPhone?

Gadget
Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Aturan Baru TikTok untuk Pengguna di Bawah 18 Tahun, Sejumlah Fitur Dibatasi

Software
Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Xiaomi Masuk Daftar Cekal di AS, Dianggap Perusahaan Militer Komunis

Gadget
Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Tidak Mau Pakai WhatsApp Lagi, Begini Cara agar Tidak Kehilangan Data dan Chat

Software
Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Spesifikasi Lengkap serta Harga Samsung Galaxy S21, S21 Plus, dan S21 Ultra di Indonesia

Gadget
Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Samsung Luncurkan Galaxy Smart Tag untuk Lacak Ponsel Hilang

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads X