Bingkai Layar Sudah Tipis, Kenapa "Dagu" Huawei P30 dan P30 Pro Masih Tebal?

Kompas.com - 04/04/2019, 14:09 WIB
Tampilan muka P30 (kanna) dan P30 Pro (kiri). Layar P30 Pro berbentang 6,47 inci tersebut berpanel OLED dengan rasio aspek 19,5:9 dan memiliki resolusi gambar 1080 x 2340 piksel. Sementara P30 memiliki bentang layar 6,1 inci, (2.340 x 1.080 piksel, 19,5:9), lebih kecil dari versi Pro. Kompas.com/Wahyunanda Kusuma PertiwiTampilan muka P30 (kanna) dan P30 Pro (kiri). Layar P30 Pro berbentang 6,47 inci tersebut berpanel OLED dengan rasio aspek 19,5:9 dan memiliki resolusi gambar 1080 x 2340 piksel. Sementara P30 memiliki bentang layar 6,1 inci, (2.340 x 1.080 piksel, 19,5:9), lebih kecil dari versi Pro.
Penulis Oik Yusuf
|

KOMPAS.com - Pabrikan smartphone berlomba-lomba membuat tampilan layar sepenuh mungkin di bagian depan ponsel. Kamera depan pun disembuyikan, lalu bingkai layar dibuat tipis. Ini berlaku juga di duo flagship teranyar dari Huawei, P30 dan P30 pro.

Namun, meski minim bezel di sisi atas, kiri, dan kanan, bagian "dagu" alias bingkai bawah layar P30 serta P30 Pro justru masih tampak lumayan tebal. Kenapa tidak dibikin tipis sekalian? Rupanya ada alasan tersendiri di balik penampilan itu.

CEO Huawei Consumer Business Group Richard Yu mengatakan pihaknya sebenarnya bisa saja membuat "dagu" tipis di kedua perangkat, tapi urung karena malah membuat pengguna sering salah tekan, misalnya ketika melakukan sapuan jari dari sisi bawah ke atas layar.

Baca juga: Huawei P30 Pro Resmi Meluncur dengan 4 Kamera dan "Zoom Periskop" 5X

"Itu tentu tidak nyaman. Apa yang kami fokuskan dan kami pandang lebih penting adalah menipiskan bingkai di samping layar. Mesti ada ruang di bagian bawah layar agar Anda bisa memakainya dengan nyaman," ujar Yu dalam sebuah wawancara.

Maka jadilah P30 dan P30 Pro memiliki "dagu" agak tebal, meski tidak setebal bezel bawah layar seri P20 sebelumnya yang harus memuat pemindai sidik jari konvensional.

Pemindai sidik jari untuk P30 dan P30 Pro sudah dipindahkan sehingga tertanam langsung di dalam layar (in-display fingerprint scanner) sehingga ukuran layar bisa diperluas.

Sebagaimana dirangkum KompasTekno dari GSM Arena, Kamis (4/4/2019), Huawei P30 dan P30 Pro juga masih memiliki "poni" kecil di bagian atas layar yang memuat kamera depan beresolusi 32 megapiksel yang masih belum mendukung fitur autofokus.

Baca juga: Huawei P30 Pro Vs Samsung Galaxy S10 Plus, Mana yang Lebih Unggul?

Soal ini Yu berkilah dengan alasan lain. "Kalau kami pakai kamera depan autofokus, bagian notch bakal lebih lebar dan kami tidak mau itu karena akan merusak desainnya," kata dia.

Ada juga persoalan P30 dan P30 Pro yang tak mampu merekam video 4K dengan frame rate 60 FPS. Yu kembali mengatakan hal tersebut memang disengaja.

Tujuannya agar pengguna kedua ponsel tak lekas kehabisan ruang penyimpanan lantaran file video 4K 60 FPS berukuran sangat besar.

"Keuntungan video resolusi 4K pun hanya bisa dilihat ketika ditampilkan di layar berukuran besar. Tidak masuk akal untuk di ponsel," ujar Yu, sembari menyarankan pengguna P30 dan P30 Pro untuk merekam video Full HD (1080p) saja karena sudah "lebih dari cukup".

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber GSM Arena
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X