Pesaing Netflix dari Disney Meluncur 12 November

Kompas.com - 12/04/2019, 18:58 WIB
Walt Disney Walt Disney

KOMPAS.com - Industri layanan on-demand video streaming bakal kedatangan pemain baru. Disney mengatakan akan meluncurkan layanan streaming Disney+ pada 12 November mendatang. Disney+ digadang-gadang bakal menjadi kompetitor Netflix

Hal tersebut diumumkan dalam sebuah presentasi CEO Disney di hadapan para investor. Menurut CEO Disney, Bob Iger, layanan Disney+ akan memuat konten berupa film dan series dengan judul yang beragam. Film-film seperti Monsters Inc, Marvel hingga Star Wars.

"Presentasi hari ini akan menunjukkan kepada Anda ke mana kami arah kami. Juga mengingatkan Anda bahwa kami memulai dari posisi dan optimisme yang kuat," ungkap Iger.

Meski belum mengungkap berapa harga langganan Disney+, para analis memperkirakan layanan streaming ini akan dibanderol lebih murah ketimbang Netflix.

Baca juga: Netflix Uji Coba Paket Langganan Murah Khusus Smartphone

Analis menyebut harga langganan Disney+ kemungkinan akan berkisar antara 5 dollar AS hingga 7 dollar AS atau sekitar Rp 100.000 per bulan.

Harga ini tentu lebih murah ketimbang biaya langganan Netflix kualitas HD yang dibanderol sekitar Rp 140.000 perbulan. Disney sendiri memang telah mengisyaratkan bahwa harga yang dibebankan untuk layanan ini akan lebih murah daripada biaya langganan Netflix.

Dihimpun KompasTekno dari CNBC, Jumat (12/4/2019), Disney mengatakan akan menghabiskan sekitar 1 miliar dollar AS pada 2020 mendatang untuk menggarap konten original Disney+.

Kemudian, pada 2024 biaya tersebut akan meningkat dua kali lipat menjadi 2 miliar dollar AS.

Selain itu, perusahaan ini juga memperkirakan akan memiliki 60 sampai 90 juta pelanggan pada akhir 2024. Sepertiga dari jumlah pelanggan diperkirakan akan berasal dari wilayah Amerika Serikat dan sisanya tersebar dari mancanegara.

Baca juga: Tontonan di Netflix Bisa Dipamerkan di Instagram Stories, Begini Caranya

Disney+ akan memulai debutnya di Amerika Serikat akhir tahun ini dan perusahaan telah menetapkan target untuk memperluas keberadaan Disney+ di negara lain selama dua tahun ke depan.

Disney juga mengisyaratkan bahwa mereka akan menggabungkan layanan ini dengan ESPN dan Hulu. Namun kabar ini baru sebatas dugaan dan belum jelas seperti apa model bisnisnya jika ESPN dan Hulu kemudian bergabung ke Disney+.



EditorOik Yusuf
SumberCNBC
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Close Ads X