Kompas.com - 23/04/2019, 12:04 WIB

KOMPAS.com - Sukses menggeser posisi Apple, Huawei mulai berambisi mengambil tahta Samsung sebagai raja pasar ponsel global pada 2020. Tampaknya, ambisi tersebut mulai menunjukkan hasil.

Dalam laporan terbaru, Huawei mengklaim telah mengapalkan 59 juta unit smartphone selama kuartal I-2019 (Januari - Maret) ke seluruh dunia. Jumlah itu naik 50 persen dari 39,3 juta pengapalan pada periode yang sama tahun lalu, menurut riset IDC.

Dengan hasil tersebut, Huawei semakin melebarkan jarak dengan Apple, dan semakin memepet Samsung. Masih dari riset IDC, Apple hanya mengapalkan 52 juta smartphone tahun lalu dan analis memprediksi penjualan iPhone akan lesu pada tahun ini.

Sementara Samsung mengapalkan 78,2 juta smartphone di periode yang sama tahun lalu. Jika tidak ada antisipasi, bukan tidak mungkin Huawei mengejar ketertinggalannya, dan mewujudkan ambisi merajai pasar smartphone global pada 2020.

Baca juga: 5 Pabrikan Smartphone Terbesar 2018, Huawei Pepet Apple

IDC 5 besar vendor smartphone global pada kuartal I-2019Venture Beat IDC 5 besar vendor smartphone global pada kuartal I-2019

Para analis memprediksi, Apple butuh waktu agak lama untuk memulihkan kembali performa penjualannya. Tapi di saat yang bersamaan, Huawei juga diramalkan akan terus melesat.

Baca juga: Samsung Menurun, Apple Stagnan, Vendor Smartphone China Menanjak

Dilansir KompasTekno dari Phone Arena, Selasa (23/4/2019), Huawei diprediksi bisa menjual 250 hingga 260 juta unit ponsel pada 2019. Namun jumlah itu disebut belum mampu untuk mengambil alih tahta Samsung.

Peningkatan volume pengapalan Huawei turut mendongkrak pendapatan total Huawei pada kuartal I-2019, sebesar 27 miliar dollar AS (Rp 379 triliun) atau naik 39 persen secara year-on-year. Kendati demikian, Huawei belum bisa bernafas lega.

Meski pengapalan smartphone tampak luar biasa, Huawei harus menghadapi masalah pemblokiran dari Amerika Serikat dan negara sekutunya. Vendor China itu juga harus menghadapi tuduhan sebagai "mata-mata" pemerintah China.

Hal ini bisa jadi ganjalan bagi Huawei untuk bisa mengungguli Samsung di pasar global.

Baca juga: Antisipasi Diblokir AS, Huawei Siapkan OS Bikinan Sendiri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.