Realme Sebut Oppo Tak "Caplok" Target Pasarnya

Kompas.com - 09/05/2019, 12:45 WIB
Realme C2 memiliki desain punggung diamond-cut mirip Realme 2 serta beberapa seri Oppo F. Di sini, terpatri dua buah kamera yang masing-masing memiliki resolusi 13 megapiksel dan 2 megapiksel sebagai lensa depth sensor untuk membantu kinerja efek bokeh. Ada pula modul LED flash yang terletak di sebelah deretan kamera ganda tadi. KOMPAS.com/Bill Clinten Realme C2 memiliki desain punggung diamond-cut mirip Realme 2 serta beberapa seri Oppo F. Di sini, terpatri dua buah kamera yang masing-masing memiliki resolusi 13 megapiksel dan 2 megapiksel sebagai lensa depth sensor untuk membantu kinerja efek bokeh. Ada pula modul LED flash yang terletak di sebelah deretan kamera ganda tadi.

DEPOK, KOMPAS.com - Realme sebagai sub-brand dari merek smartphone China, Oppo, baru saja mendatangkan dua ponsel terbarunya, Realme 3 Pro dan Realme C2, di Indonesia.

Soal harga, Realme 3 Pro dibanderol dengan harga termurah Rp 2.999.000 sementara Realme C2 Rp 1.499.000.

Rentang harga ini tak jauh berbeda dengan banderol Oppo seri A, misalnya Oppo A5s, yang saat peluncuran dibanderol dengan harga Rp 1.999.000.

Dengan begitu, ada kemungkinan segmen pasar yang dibidik oleh Realme 'dicaplok' oleh merek induknya sendiri. Lantas, bagaimana tanggapan Realme terkait hal tersebut?

Menurut Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian, pihaknya tidak khawatir akan pasar Realme yang 'dimakan' oleh Oppo. Sebab, market share Realme diklaim terus bertambah.

Baca juga: Spesifikasi Beserta Harga Realme 3 Pro dan Realme C2 di Indonesia

Marketing Director Realme South East Asia, Josef Wang (kiri) dan Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian (kanan) saat peluncuran Realme U1 di Jakarta, Senin (10/12/2018).KOMPAS.com/ WAHYUNANDA KUSUMA PERTIWI Marketing Director Realme South East Asia, Josef Wang (kiri) dan Product Manager Realme Indonesia, Felix Christian (kanan) saat peluncuran Realme U1 di Jakarta, Senin (10/12/2018).

"Sebenarnya 'caplok-caplokan' (pasar) tidak, bahkan (itu) menambah market share Realme," paparnya kepada KompasTekno di acara peluncuran Realme 3 Pro di Depok, Rabu (8/5/2019).

Ia tidak membeberkan secara detail angka pangsa pasar Realme di Indonesia maupun berapa peningkatannya.

Namun, Ia menjelaskan penambahan market share tersebut bisa dilihat dari penjualan ponsel brand induknya.

"Bisa dilihat, Oppo memiliki penjualan stabil, tapi (penjualan) Realme grow terus," sebut Felix.

"Ini menandakan bahwa penjualan kami meng-grab (mengambil) pasar produk lain (Oppo)," imbuhnya.

Dengan kata lain, secara tidak langsung, pertumbuhan pangsa pasar Realme bisa dilihat dari performa penjualan sang induk brand Oppo.

 Produk premium?

Berkaitan dengan segmen pasar yang masing-masing merek targetkan, tak seperti Oppo, Realme sendiri hingga saat ini masih mengeluarkan ponsel yang menyasar segmen kelas menengah dan entry (bawah) untuk membidik kaum milenial.

Namun ke depannya, pihaknya membuka kemungkinan akan 'bermain' di segmen ponsel menengah ke atas, atau yang biasa Oppo sebut dengan segmen premium.

"Bisa jadi, tunggu saja di produk berikutnya," tutup Felix saat ditanya kemungkinan Realme mengeluarkan smartphone segmen menengah ke atas.

Ketika ditanya apakah ponsel itu merupakan Realme X yang tengah santer beredar rumornya di dunia maya, Ia memilih untuk tak membeberkan informasi tersebut.

"Saya juga masih belum tahu soalnya tentang itu (Realme X), jadi ditunggu saja," tutup Felix.

Baca juga: Realme X Ponsel Kamera Pop-up Pertama Realme?

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X