Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Melejitnya “Underdog” pada Kompetisi Telko

Kompas.com - 27/05/2019, 09:09 WIB
ilustrasi Yoga Hastyadi Widiartanto/Kompas.comilustrasi


Tidak dimiliki operator lain

Pendapat pengamat mengatakan, dengan kemungkinan ARPU naik menjadi Rp 35.000 dan BTS menjadi 85.000 serta pelanggan mencapai 60 juta, pendapatan Tri akhir tahun 2020 diperkirakan bisa lebih dari Rp 28 triliun, Tri bisa naik ke peringkat ketiga.

Tri akan menggeser Indosat yang sedang sulit bangkit setelah rugi Rp 2,4 triliun tahun 2018.
Namun Tri tidak akan melenggang ke posisi tiga, karena Smartfren tidak akan memberi jalan.

Operator milik Sinarmas itu menargetkan pelanggan menjadi 30 juta pada akhir tahun 2019, naik hampir tiga kali lipat.

Smartfren, seperti halnya Indosat, punya induk yang “uangnya tidak berseri”. Dua tahun terakhir mencatat rugi masing-masing sekitar Rp 2,4 triliun namun tiga bulan pertama tahun 2019 mereka mendapat penghasilan Rp 1,41 triliun, naik 17 persen secara tahunan (year on year).

Smartfren akan mencontoh Reliance-Jio dari India yang pangsa pasarnya naik hampir 2 kali lipat dalam setahun dari 15,4 persen pada tahun 2017 menjadi 30 persen pada akhir tahun 2018. Jio mencatatkan jumlah pelanggan dari nol menjadi 250 juta hanya dalam dua tahun.

Jio mengalahkan Bharti Airtel yang sebelumnya memimpin pasar. Juga Vodafone-Idea, yang pangsa pasarnya terus menunjukkan tren turun pada masa yang sama, dari 36,9 persen menjadi hanya 31,4 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kuncinya, Jio menggratiskan layanan suara dan data, sehingga jumlah pelanggannya melejit. Targetnya sederhana, menjangkau ratusan juta kaum papa yang jauh dari ponsel.

Jio mempersiapkannya sejak jauh hari dengan menggelontorkan modal 32 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 460 triliun untuk membangun jaringan. Kemudian mereka menggratiskan panggilan telepon dan data setelah menjual murah JioPhone lewat bundling.

Uniknya, Jio tidak mengambil untung dari layanan suara (voice) dan paket datanya. Jauh sebelum menggelar jaringan dengan investasi yang sangat besar, Jio mempersiapkan bisnis pendukungnya.

Jaringan pendukung

Induk usahanya, Reliance, sudah menyiapkan jaringan perhotelan, penyedia konten, layanan keuangan dalam berbagai bentuk, transportasi, properti, pertanian, media dan banyak lagi yang bisa menghasilkan uang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.