Google Indonesia Luncurkan Kormo, Aplikasi Bursa Kerja Mirip LinkedIn

Kompas.com - 20/11/2019, 09:15 WIB
Aplikasi pencarian kerja Kormo buatan Google Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Aplikasi pencarian kerja Kormo buatan Google

KOMPAS.com - Perusahaan search engine Google meluncurkan aplikasi bursa kerja bernama Kormo. Aplikasi ini mirip LinkedIn yang menghubungkan pencari kerja dengan perusahaan.

Kormo sebenarnya sudah dirilis sejak bulan Maret lalu di Indonesia. Namun perusahaan yang ditawarkan masih di sekitar Jakarta. Google berencana memperluas mitra perekrutnya ke beberapa kota lain di Indonesia, seperti Yogyakarta, Surabaya, dan Bali.

"Kami telah terkoneksi dengan 25.000 pekerja dan bekerja sama dengan ratusan perusahaan di fase ini," jelas Bickey Russell, Project Lead Kormo dalam acara Google for Indonesia yang digelar di Jakarta, Rabu 20 November 2019.

Baca juga: Google Terjun ke Bisnis Perbankan lewat Cache

Beberapa perusahaan yang telah merapat ke Kormo di antaranya Bukalapak, Tiket.com, Go-life, Union Group, dan masih banyak lainnya. Ini bukan kali pertama Google menyediakan platform bursa kerja.

Sebelumnya, Google sudah memiliki fitur job search ( lowongan kerja) di Google Search.
Namun, menurut Russell, fitur tersebut belum maksimal.

"Di banyak kasus, pekerjaan yang sesuai dengan kriteria mereka tidak tersedia di job search," imbuhnya.

Bickey Russell, Project Lead Kormo saat mempresentasikan aplikasi Kormo di Gogle for Indonesia.Kompas.com/Wahyunanda Kusuma Bickey Russell, Project Lead Kormo saat mempresentasikan aplikasi Kormo di Gogle for Indonesia.

Fitur-fitur Kormo

Kormo memiliki beberapa fitur lain yang disebut bisa semakin memudahkan pelamar dalam mencari kerja. Fitur-fitur ini pun menjadi pembeda Kormo dengan beberapa platform serupa.

1. Pembuat CV digital

Russel mengatakan salah satu hal vital dalam mencari pekerjaan adalah membuat curriculum vitae (CV). Sebab itulah, Google menyediakan fitur khusus untuk membuat CV secara mudah dan gratis.

Baca juga: Google Chrome Bakal Tandai Situs yang Lemot

Pelamar cukup mengisi data pribadi yang sebenar-benarnya dan mencantumkan misi serta minatnya. Pengguna bisa mengatur siapa saja yang bisa melihat CV tersebut. Bahkan, CV bisa dibagikan secara online dan dicetak sehingga bisa dibawa saat proses berikutnya.

2. Personalisasi rekomendasi

Google menggunakan machine learning untuk memberikan rekomendasi pekerjaan. Rekomendasi yang diberikan akan disesuaikan dengan profil yang dicantumkan pelamar.

3. Fitur pembelajaran

Tidak hanya menyediakan lowongan pekerjaan, Kormo juga memiiki fitur "Pelajari" untuk membantu pelamar meningkatkan keahlian. Fitur ini menyediakan modul dalam bentuk artikel dan video.

Setelah selesai belajar, pengguna akan mendapatkan lencana yang bisa dilihat oleh calon perekrut untuk menunjukan bahwa mereka memiliki ketrampilan dan pengetahuan tambahan.

Baca juga: Google Maps Mode Menyamar Meluncur, Begini Cara Pakainya

Untuk menghadirkan fitur ini, Google menggandeng krator YouTube "Hujan Tanda Tanya" dan platform persiapan kuliah dan karir online bernama "Rencanamu".

4. Melihat proses seleksi kerja secara transparan

Proses seleksi akan akan diinformasikan secara transparan. Melalui menu "Lamaran", informasi seleksi akan diberikan secara real-time. Pelamar akan diberi tahu saat lamaran mereka dibaca oleh perekrut, saat dipanggil wawancara, hingga saat pengumuman terakhir.

Sementara itu, perusahaan pemberi kerja juga akan mendapatkan notifikasi ketika lamaran yang mereka unggah telah dibaca dan ditanggapi calon pelamar. Kormo sudah bisa diunduh langsung di smartphone Android melalui toko aplikasi Google Play Store di tautan berikut.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X