3 Hoaks WhatsApp yang Wajib Diwaspadai Pengguna

Kompas.com - 31/01/2021, 19:20 WIB
Ilustrasi hoaks, hoax ShutterstockIlustrasi hoaks, hoax

KOMPAS.com - WhatsaApp menjadi salah satu aplikasi pesan instan populer di Indonesia. Kepopuleran WhatsApp kerap dimanfaatkan pihak tak bertanggungjawab untuk menyebarkan hoaks dan berita palsu.

Meskipun WhatsApp mengupayakan berbagai cara untuk menekan peredaranya, selalu ada celah bagi penyebar hoaks untuk mengedarkan infromasi yang menyesatkan.

Kompas Tekno merangkum beberapa hoaks yang kerap muncul di WhatsApp dan perlu diwaspadai pengguna. Berikut daftarnya.

1. Tawaran internet gratis

Hoaks satu ini cukup marak merebak sepanjang tahun 2020. Di dalam pesan yang umum beredar, pengguna diiming-imingi internet gratis dengan hanya menekan sebuah tautan.

Seperti hoaks tawaran internet gratis 20 GB selama 60 hari yang beredar awal tahun 2020. Pesan ini pernah beredar tahun 2018 silam dengan isi yang sama.

Pesan itu berbunyi "Koneksi Internet GRATIS 20 GB. Dapatkan 20 GB internet gratis selama 60 hari untuk setiap operator seluler. Saya baru saja mengaktifkan, [link ke sebuah situs berdomain .club]".

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Jika tautan diklik, pengguna akan dibawa ke sebuah laman web yang tampilannya tampak meyakinkan. Pengguna lantas diminta untuk mengisi sebuah kuesioner demi mendapat kuota gratis untuk seluruh operator. Pengguna juga akan diminta mengisi data yang rawan disalahgunakan.

Iming-iming yang sama juga pernah muncul di pesan hoaks lain yang menawarkan kuota 100 GB untuk seluruh operator. Pesan itu berisi kalimat persuasif berbunyi "Untuk melawan virus Corona, kami menawarkan Anda 100 GB koneksi internet gratis untuk tetap di rumah dengan selamat dan menikmati internet".

Pengguna kemudian diarahkan untuk mengklik sebuah tautan link dengan domain "(dot)xyz" untuk mengaktifkan kuota gratis.

Modus serupa juga beredar pertengahan Januari 2021 lalu. Pesan berantai berisi subsidi kuota 50 GB gratis dari pemerintah. Sama seperti hoaks sebelumnya, pengguna juga diarahkan ke sebuah link "kuotapandemi(dot)com".

Apabila mendapati pesan hoaks berisi tawaran kuota gratis dan meminta mengeklik sebuah tautan harap berhati-hati. Jangan pernah mengklik tautan tersebut.

Ini adalah salah satu trik penipuan berkedok kuota gratis. Penipuan ini menggunakan modus phishing yang ujung-ujungnya memanen data pribadi pengguna lewat isian kuesioner. Selain itu, tautan mencurigakan tadi juga berisiko memuat malware.

Baca juga: Kuota Belajar Telkomsel 10 GB Rp 10 Marak di WhatsApp, Hoaks atau Fakta?

2. Status resmi WhatsApp curi data rekening

Beberapa hari lalu, WhatsApp mengunggah Status resmi ke penggunanya. Dalam Status tersebut, WhastApp mengumumkan akan memberikan informasi dan fitur terbaru ke pengguna lewat Status.

Lewat Status, WhatsApp juga menegaskan kembali bahwa percakapan pengguna tetap aman karena dilindungi sistem enkripsi dari ujung ke ujung. Namun, ada saja orang yang memanfaatkan momen ini untuk menyebar hoaks.

Beredar kabar bahwa Status resmi WHatsApp adalah jebakan scammer untuk memgambil alih rekening bank online pengguna. Hoaks tersebut beredar lewat sebuah tangkapan layar yang diunggah pengguna asal Malaysia di Facebook.

Baca juga: Status Resmi WhatsApp Dikabarkan Bisa Curi Rekening Bank

Seseorang yang mengaku sebagai pengunggah pertama pesan tersebut, mengakui bahwa postingannya keliru. Dia lantas menghapus unggahan tersebut setelah mendapat penjelasan bahwa Status Resmi WhatsApp tidak berbahaya.

Si pengunggah berdalih hanya ingin menyebarkan kesadaran mengenai praktik scam di WhatsApp meskipun isinya keliru dan menyesatkan.  Dia lalu meminta maaf karena telah menimbulkan kecemasan.

3. WhatsApp Gold dan video Matinelli yang bisa retas ponsel

Sebetulnya, pesan ini adalah hoaks lama yang diedarkan kembali untuk menimbulkan keresahan. Pesan hoaks itu menyebut bahwa akan ada video berjudul Martinelli.

"Jangan buka video itu – video tersebut akan meretas ponsel anda dan tidak akan bisa diperbaiki," begitu kira-kira bunyi pesannya.

Disebutkan pula bahwa pengguna diimbau untuk tidak memperbarui WhatsApp Gold karena berpotensi menyuntikkan virus ke ponsel. Melansir dari laman Turn Back Hoax, informasi ini dinyatakan hoaks.

Faktanya, tidak ditemukan keberadaan pesan untuk memperbarui aplikasi WhatsApp Gold maupun video Martinelli seperti yang disebutkan.

Baca juga: Sibuknya WhatsApp Yakinkan Aplikasinya Aman Dipakai



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.