Yahoo Dijual Lagi Laku Rp 72 Triliun, Ini Pemilik Barunya

Kompas.com - 04/05/2021, 10:08 WIB
Ilustrasi kantor Yahoo. David Paul Morris/BloombergIlustrasi kantor Yahoo.

KOMPAS.com - Operator seluler asal AS, Verizon, bakal menjual dua perusahaan media online yang berada di bawah naungannya, yaitu Yahoo dan AOL, ke firma pengelola aset asal AS, Apollo Global Management.

Nilai penjualan tersebut dikabarkan mencapai 5 miliar dollar AS (sekitar Rp 72,1 triliun). Transaksi ini rencananya rampung menjelang akhir 2021, dan kedua perusahaan tersebut akan dilebur menjadi satu, dengan nama Yahoo.

Bukannya mendapatkan nilai penuh (5 miliar dollar AS), Verizon "hanya" akan mendapatkan uang sebesar 4,25 miliar dollar AS dari Apollo, sedangkan sisanya bakal berbentuk saham kepemilikan Yahoo sebesar 10 persen.

Baca juga: Ini Dia Smartphone Pertama Yahoo, Harga Rp 700.000-an

Apabila melihat secara terpisah, nilai akuisisi ini sejatinya lebih rendah dari angka pembelian Yahoo dan AOL pada saat pertama kali dibeli Verizon beberapa tahun lalu.

Pada 2015, operator seluler asal AS, Verizon, membeli AOL seharga 4,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 63,4 triliun). Dua tahun setelahnya (2017), Verizon mengakuisisi Yahoo sebesar 4,5 miliar dollar AS (sekitar Rp 64,9 triliun).

Karena lebih rendah, nilai valuasi beberapa perusahaan media yang berada di bawah payung Yahoo dan AOL, seperti Engadget hingga Techcrunch, disebut bakal lebih rendah dibanding sebelumnya, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari CNBC, Selasa (4/5/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kenapa dijual?

Terlepas dari itu, tidak disebutkan apa alasan Verizon menjual kedua perusahaan media online yang sempat populer di era 2000-an itu.

Namun, rumor mengeklaim bahwa perusahaan yang dipimpin oleh Hans Vestberg itu gagal mengembangkan proyek media online-nya, dan memilih untuk fokus ke bisnis utamanya, yaitu jaringan seluler.

Baca juga: Yahoo Groups Ditutup 15 Desember, Bagaimana Nasib Pengguna E-mail Yahoo?

Klaim tersebut berasal dari beberapa bukti yang menggambarkan kegagalan Verizon di bisnis media online beberapa waktu belakangan ini. 

Pada 2017, Verizon berencana untuk menggabungkan Yahoo dan AOL menjadi satu perusahaan media online raksasa yang bernama Oath, yang bakal menyaingi Google dan Facebook.

Halaman:


Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.