Jumlah Pengguna 5G Diprediksi Tembus 4 Miliar pada 2027

Kompas.com - 31/03/2022, 08:09 WIB

KOMPAS.com - Jumlah pelanggan jaringan 5G diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa tahun mendatang. Prediksi ini terungkap dari StockApps.com, yaitu situs yang berfokus pada edukasi keuangan.

Berdasarkan data yang diolah StockApps, jumlah pengguna 5G diperkirakan mencapai 4,389 miliar pada tahun 2027.

Baca juga: Selain Frekuensi, Ini Tantangan Operator Seluler Gelar 5G di Indonesia

"Konektivitas 5G mendapat popularitas yang cepat seiring dengan hadirnya era baru internet. 5G juga menjadi faktor penting yang mendorong IoT dan diperkirakan akan meningkat signifikan pada tahun-tahun mendatang," kata Edith Reads dari stockapps.com.

5G sendiri menjadi jaringan generasi terbaru saat ini, dari sebelumnya 4G, 3G dan 2G. Jaringan 5G menjadi salah satu infrastuktur yang memungkinkan berbagai perangkat terhubung, atau disebut Internet of Things (IoT). Konsep ini lantas menjadi pendorong tumbuhnya pengguna 5G.

Tertinggi di Asia Timur

Pertumbuhan tertinggi pengguna 5G diprediksi berada di Asia Timur, seperti Jepang, Korea Selatan, dan China, dengan taksiran sejumlah lebih dari 1 miliar pengguna atau sekitar 1,6 miliar pada 2027.

Menurut StockApps, adopsi 5G di wilayah ini terus tumbuh sejak tahun 2020 dan mencapai 830 juta pada tahun 2022.

Selain itu, Amerika Latin diprediksi akan memiliki 300 juta pelanggan 5G pada tahun 2027, dari 1,3 juta pada tahun 2020. Timur Tengah dan Afrika disebut akan memiliki 310 juta pelanggan 5G dalam lima tahun ke depan, dari sebelumnya 1,46 juta pada tahun 2020.

Baca juga: Untuk Pertama Kalinya, Penjualan Smartphone 5G Lampaui 4G

Asia Tenggara dan Oseania juga diprediksi memiliki jumlah pengguna 5G yang tinggi, mencapai 516 juta. Selanjutnya yaitu India dan Nepal, yang diprediksi memiliki jumlah pengguna 5G mencapai 500 juta dalam limat tahun mendatang.

Dihimpun KompasTekno dari Stockapps.com, Kamis (31/3/2022), data itu juga menunjukkan bahwa Asia Utara memiliki pertumbuhan yang positif dalam adopsi 5G.

Pada tahun 2020 misalnya, Asia Utara menyumbang 120 juta dari total pengguna 5G mobile global yang saat itu mencapai 216 juta.

Pertumbuhan yang paling sedikit terjadi di Eropa Tengah dan Timur. Pada tahun yang 2020, kawasan ini hanya menyumbang 220.000 pengguna. Pada tahun 2027, kawasan ini juga diprediksi menyumbang sedikit pertumbuhan, yaitu sekitar 230 juta pelanggan.

5G sendiri menawarkan kecepatan yang lebih cepat baik untuk unduh maupun unggah data. Terlepas dengan dukungan konektivitas perangkat mobile seperti smartphone, jaringan 5G juga mampu menghubungkan berbagai perangkat yang mendukung internet.

Dengan demikian, 5G dinilai sebagai jaringan yang ideal untuk hampir semua inovasi teknologi saat ini. Tak heran jika pertumbuhannya ditaksir meningkat pesat dalam lima tahun ke depan.

Baca juga: 5 Fakta soal Teknologi 5G yang Perlu Diketahui

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber GizChina
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.